Oleh : Wawan Novianto (Dosen DLB Jurusan Public Relations di IAIN STS Jambi dan Praktisi Media)

Menakar Kekuatan dan Lawan Tanding Bupati Al Haris

Senin, 09 Januari 2017 | 07:52:21 WIB


Pilkada Merangin akan dilangsungkan pada 2018 mendatang, artinya waktu yang tersedia hanya tinggal 1 tahun lagi.

Lalu, bagaimana peta kekuatan para calon petarung di Pilkada tersebut, apakah mereka sudah mempersiapkan jaringan di semua desa? Jaringan di partai politik?

Sebelumnya, penulis akan mencoba mendata siapa saja yang akan maju. Pertama tentu Bupati saat ini, yakni Al Haris. Sebagai incumbent, memang haris diuntungkan. Apalagi jika ia mampu menggerakkan birokrasi.

Sayangnya, catatan kelam di Provinsi Jambi, banyak incumbent kalah dalam Pilkada, seperti Gubernur HBA yang dikalahkan Zumi Zola, Bupati Incumbent Bungo, yakni Sudirman Zaini ya.g dikalahkan Mashuri. Bahkan Haris bisa duduk jadi Bupati saat ini karena berhasil mengalahkan incumbent, yakni Nalim.

Haris hingga saat ini juga tidak terlalu menonjol dalam kepemimpinanya. Program pro rakyat tidak banyak yang populer. Malah hanya taman Hesti yang saat ini banyak disebut-sebut oleh masyarakat.

Dari sisi politik, pasca turunya HBA dari kursi Gubernur Jambi dan Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi, seolah trah HBA ikut jatuh. Termasuk Haris yang bisa dikatakan anak emas HBA. Demokrat bahkan bisa saja tidak mendukung Haris.

Namun peluang Haris masih terbuka lebad, satu tahun bisa saja dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan kekuatan politiknya dan melakukan program trobosan-trobosan yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

Perlu diketahui, permasalahan Merangin saat ini yang paling utama adalah ekonomi. Turunnya harga karet berdampak besar dalam taraf hidup masyarakat.

Selain itu, pelayanan masyarakat juga masih buruk, seperti rumah sakit. Dan infrastruktur masih sangat minim.

Lalu calon lainnya adalah Nalim, mantan Bupati ini ingin kembali bertarung. Saat ini, mulai muncul teori perbandingan. Dimana orang membandingkan masa kepemimpinan Haris dan Nalim. Ada banyak masyarakat yang mengaku lebih baik masa kepemimpinan Nalim. Namun, apakah cukup dengan itu?

Waktu Nalim berkuasa saja bisa kalah, apalagi saat ini, saat dia tidak berkuasa dan tidak bisa menggerakkan birokrasi.

Pindah-pindah partai juga berdampak pada konstituen Nalim. Nalim yang dulu Demokrat saat ini masuk PAN, menjadikan banyak orang bertanya, apakah Nalim bisa konsisten kedepannya.

Namun, tentu saja waktu satu tahun bisa dimaksimalkan untuk memperkuat posisi politik Nalim di masyarakat maupun di partai politik.

Selanjutnya M Syukur. Anggota DPD RI ini cukup tampan lantaran dulu pernah jadi Artis. Ia juga pernah maju di Pilkada Merangin sebelumnya. Namum Syukur saat ini juga belum begitu populer di masyarakat. Sebagai anggota DPD RI, ia bahkan tak pernah nampak di media massa nasional. Artinya kinerjanya masih dipertanyakan.

Namun kekuatannya sebagai artis yang ganteng dan muda, bisa dimaksimalkan untuk meraih simpati masyarakat Merangin, kuncinya strategi pencitraan yang kuat.


Lalu ada dua tokoh Jawa yang saat ini muncul, yakni Wakil Bupati Khafid Moein dan Kadis Pendidikan Mashuri.


Jumlah penduduk etnis jawa di Merangin memang paling besar, apalagi di Merangin banyak daerah transmigrasi.

Sayangnya, lebih banyak sekenario pecah belah diantara mereka, sehingga suara etnis Jawa ini pecah.

Jika melihat kabupaten tetangga, yakni Tebo, tokoh Jawa bisa saja menjadi pemimpin, maklum suara etnia jawa bisa lebih 30 persen.

Kandidat lainnya adalah Fauzi Ansori. Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi ini sudah mulai turun ke masyarakat. Kendalanya adalah kesamaan daerah basis dengan calon Incumbent, yakni Haris.

Jika keduanya maju, suara daerah basis akan terpecah dan membuka peluang calon lainnya untuk menang.

Fauzi bisa saja menang jika ia mampu meyakinkan masyarakat daerah di luar basisnya.


Waktu satu tahun tidaklah lama, apalagi untuk mengelilingi 24 Kecamatan di Merangin dengan ratusan desanya. Rasanya tidak cukup waktu untuk bisa mengunjungi seluruhnya.

Strategi dan manajemen isu yang tepat yang akan menentukan siapa pemenangnya*


Advertisement

Komentar Facebook


Berita Terkait: