Antisipasi Perang Korut, AS Kirim Pesawat Pembom B-1

Kamis, 23 Maret 2017 | 20:28:35 WIB


Pesawat pembom strategis B-1 Amerika Serikat terbang bersama jet-jet tempur Korea Selatan dan Jepang, Rabu (22/3/2017). Pesawat B-1 dikirim AS untuk mengantisipasi pecahnya perang Korut. Foto / The Aviationist
Pesawat pembom strategis B-1 Amerika Serikat terbang bersama jet-jet tempur Korea Selatan dan Jepang, Rabu (22/3/2017). Pesawat B-1 dikirim AS untuk mengantisipasi pecahnya perang Korut. Foto / The Aviationist

SEOUL - Amerika Serikat (AS) mengirim pesawat pembom strategis B-1 ke Korea Selatan sebagai antisipasi perang melawan Korea Utara (Korut) jika konflik benar-benar pecah. Pesawat pembom itu kini ikut latihan perang gabungan di Semananjung Korea.

Pada hari Rabu (22/3/2017), pasukan AS menjalankan simulasi operasi krisis dengan pesawat bomber AS tersebut. Pesawat berbahaya Washington itu berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, kemudian melakukan latihan dengan pesawat jet tempur Jepang, F-15J.

Sedangkan militer Korea Selatan mengandalkan pesawat jet tempur F-15K dan  jet tempur KF-16. Jet-jet tempur Korea Selatan itu terbang bersama pesawat pembom strategis B-1 di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Korea Selatan.

Sebelumnya, AS telah mengerahkan kapal selam nuklir USS Columbus ke Korea Selatan. Kapal selam ini ambil bagian dalam latihan perang bersama kapal induk USS Carl Vinson yang pernah diancam akan diserang Korut.

Pada hari yang sama, rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un kembali menguji tembak beberapa rudal, salah satunya gagal karena meledak beberapa detik setelah diluncurkan.
Juru bicara Komandi Pasifik AS Dave Beham mengatakan rudal-rudal Korut diluncurkan di dekat Kota Wonsan, di pantai timur Korut.

”Komando Pasifik AS mendeteksi apa yang kami anggap bahwa Korut gagal dalam upaya meluncurkan rudal,” kata Benham, dalam sebuah pernyataan.

”Sebuah rudal tampaknya telah meledak dalam hitungan detik dari peluncuran,” lanjut dia seperti dikutip Reuters.(ggs)


Sumber: international.sindonews.com
Advertisement

Komentar Facebook