Ladyboy Thailand, Belum 100 Persen Ganti Jenis Kelamin, Begini Nasibnya saat Antre Wajib Militer

Kamis, 06 April 2017 | 08:24:24 WIB


JAMBI - Setiap negara memiliki aturan masing-masing mengenai wajib militer, tak terkecuali di Thailand.

Ya, di negeri gajah putih ini juga mewajibkan warganya untuk mengikuti wajib militer.

Thailand memiliki aturan di mana laki-laki yang berusia 21 tahun sudah bisa mendaftar pendidikan militer.

Namun seperti yang diketahui, Thailand dikenal sebagai tempat bagi kaum transgender.

Sementara aturan Thailand melarang ladyboy untuk menganti status jenis kelamin mereka di ID card atau KTP mereka.

Alhasil, para ladyboy pun juga harus mengikuti wajib militer kecuali mereka tak lolos seleksi dan mendapatkan sertifikat pembebasan, seperti dilansir TribunTravel.com dari mirror.co.uk.

Beberapa dekade yang lalu, sosok ladyboy dianggap memiliki kelainan mental oleh pihak militer.

Hal ini membuat masalah bagi masa depan dan dalam proses pencarian kerja.

Butuh waktu sekitar enam tahun perjuangan bagi kaum transgender sebelum bisa mengubah jenis kelamin sesuai yang diinginkan, sehingga bisa dibebaskan dari wajib militer.

Kini, sebagian besar ladyboy dibebaskan dari wajib militer, namun dengan syarat jika mereka bisa mendapatkan dokumen pembebasan.

Rosnita Putri Permata. (Instagram)
Rosnita Putri Permata. (Instagram) (Instagram)

Tentu itu akan jadi masalah pelik bagi kaum ladyboy di Thailand dan memicu protes dari berbagai pihak.

Berikut beberapa foto ladyboy yang mengikuti proses seleksi wajib militer.

1. Nadia, Mantan Miss Mimosa Queen Thailand

mirror.co.uk

Ya, perempuan tinggi dengan kulit putih ini adalah mantan kontestan Miss Mimosa Queen Thailand.

Saat mengantre untuk mengajukan berkas wajib militer ia masih menggunakan make up sehingga terlihat seperti wanita sesungguhnya.

Parasnya yang menyerupai perempuan tentu saja menarik perhatian para pendaftar lainnya.

a
Exclusivepix Media
mirror.co.uk
mirror.co.uk

2. Anchada Duayamphan

mirror.co.uk
mirror.co.uk

Ladyboy lain yang mengikuti pendaftaran wajib militer ini adalah Anchada Duayamphan.

Ia sempat mengungkapkan kepada wartawan bahwa dirinya memang belum 100 persen wanita.

"Saya gugup dan bersemangat. Saya belajar pada tahun pertama di Universitas di Ayuthaya. Saya belum menjadi wanita 100 persen."

mirror.co.uk
mirror.co.uk

3. Rusanan Reuanmoon

Sahabat Anchada Duayamphan, Rusanan Reuanmoon turut mendaftar wajib militer juga sempat mengungkapkan pendapatnya.

"Saya tidak ingin menjadi seorang tentara. Saya ingin menjadi seorang wanita. (Tapi) saya memang belum 100 persen wanita," ungkapnya.

mirror.co.uk

Sementara itu Prae Thailand Rath melaporkan ada delapan ladyboy yang lolos seleksi wajib militer.

(Ggs)


Sumber: medan.tribunnews.com
Advertisement

Komentar Facebook