Indah Shofiyah Perempuan Mandiri Maknai Kemerdekaan Dengan Pendidikan Tinggi

Rabu, 16 Agustus 2017 | 19:43:06 WIB


JAMBI - Makna kemerdekaan saat ini bukan lagi membahas terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan menggunakan baju karung goni senjata bambu runcing, permasalahan tersebut telah diselesaikan oleh para pahlawan dan masyarakat Indonesia telah diantarkan kedepan pintu gerbang kemerdekaan.

Selanjutnya bangsa Indonesia telah sampai di ruang kemerdekaan yang menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.

Memanfaatkan ruang dan kesempatan untuk menikmati pendidikan tanpa ada intimidasi dari pihak manapun, mendapatkan keadilan namun tetap sadar akan kewajiban terhadap Negara.

Demikian seorang Indah Shofiyah memaknai kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun 2017. Gadis kelahiran Kuala Tungkal 14 November 1991 tersebut menganggap diera modern perempuan mempunyai peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah adanya emansipasi wanita.

"Perempuan punya kesempatan besar mempertahankan kemerdekaan melalui organisasi seperti Darma wanita, Darma pertiwi dan lainnya, namun yang lebih penting adalah peran perempuan dimulai dari keluarga, menjadi madrasah untuk anak-anaknya, meskipun memiliki karir yang cemerlang perempuan harus sadar kodratnya dan taat pada suami," ujar perempuan berhijab ini.

Sebagai perempuan, Indah mengatakan pendidikan tinggi tidak hanya milik laki-laki. Dirinya mengatakan perempuan sekolah tinggi bukan untuk adu kepintaran hingga menjadikan diri sombong dengan gelar. Menurutnya, pendidikan tinggi akan membuat perempuan lebih santun dalam berbicara, lebih bijaksana dan pintar menganalisis fenomena.

"Meskipun pada akhirnya perempuan kembali menjadi ibu rumah tangga, istilah kasarnya perempuan yang sekolah tinggi baliknya juga ke dapur, kasur dan sumur, harapannya perempuan dengan pendidikan akan mampu menerapkan pola didik yang baik, akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari sang anak, anak yang banyak bertanya adalah anak yang cerdas, kritis dan kreatif, oleh karena itu orang tua perlu menjawab semua pertanyaan anak dengan sabar, mengapresiasi semua pencapaian anak, sebab hal itu merupakan masa keemasan anak, jika perempuan salah bersikap maka akan memberikan dampak negative pada karakter anak dan itu akan terbawa di kehidupannya kelak," ujar perempuan yang saat ini menempuh pendidikan S2 Sains Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) Djogyakarta.

Era digital saat ini sangat minim masyarakat yang belum mengenal internet. Perkembangan teknologi dan Media Sosial (Medsos) mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat. Hingga disinyalir peperangan bukan lagi dengan gencatan senjata, namun dengan adu domba, hasutan di Medsos yang berniat untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu orang yang juga menggunakan Medsos, perempuan yang beralamat di Jambi Jl. Kapten Pattimura Lr. H. Ibrahim RT.18 Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi tersebut selalu membekali diri dengan ilmu agama agar tidak menjadi korban adu domba Medsos.

Dirinya berusaha untuk menjadi orang yang bijaksana dalam menyikapi Medsos. Dirinya selalu berusaha menggunakan Medsos untuk melihat perkembangan dunia dan tidak mudah percaya dengan isu-isu yang berakibat buruk.

"Saya mengutip dari Anies Baswedan, beliau pernah bilang jadilah generasi muda yang berada di garda terdepan dalam kemajuan dunia, peringatan kemerdekaan harusnya menjadi ajang intropeksi diri agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, kita tentu masih ingin Indonesia berulang tahun yang ke 100 bukan?," ujarnya.

Indah Shofiyah memulai pendidikannya di SDN 118/V  Betara Tanjung Jabung Barat 1998-2004, kemudian MTs PKP Al-Hidayah Kota Jambi 2004-2007, selanjutnya SMAN 5 Kota Jambi 2007-2010. Lalu perempuan mandiri ini melanjutkan kuliah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jambi (FEB Unja) 2010-2014. Usai menyelesaikan S1 kemudian dirinya merantau seorang sendiri ke Djogyakarta demi menekuni pendidikan di UGM.

Indah menuturkan dirinya sangat ingin menjadi seorang dosen dan peneliti agar dapat berkontribusi di daerah kelahirannya. Dirinya mengaku masih ingin melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang S3. Namun sebelum itu dirinya telah berpasrah diri jika kelak sang Khaliq mengirimkan jodoh untuknya sebelum melanjutkan S3.

"Harapan saya setelah 72 tahun merdeka, Indonesia bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 yaitu melindungimu segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia," harap perempuan yang gemar membaca tersebut. (rin)


Advertisement

Komentar Facebook