Tidak Jijik, Warga India Kumpulkan Pembalut Bekas

Selasa, 12 September 2017 | 10:18:11 WIB


JAMBI - Pada beberapa daerah termasuk India, menstruasi masih dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan secara umum. Dampaknya kesehatan reproduksi wanita pun kerap terabaikan menjadi salah satu kontributor tingginya angka kematian ibu.

Berkaitan dengan hal tersebut di satu desa di daerah Maharashtra, India, ada kegiatan yang tak biasa. Peneliti di sana ramai-ramai mengumpulkan pembalut bekas yang sudah penuh oleh darah menstruasi. Apa tujuannya?

Menurut pemimpin studi dr Atul Buduhkh dari Tata Memorial Centre hal ini dilakukan untuk memeriksa para wanita desa tersebut terhadap risiko kanker serviks. Lebih dari seperemat kasus kanker serviks dunia datang dari India namun masih sedikit dari para wanita yang memeriksakan diri.

Alasannya karena masih sedikit fasilitas pemeriksaan yang memadai dan terutama lagi keengganan para wanita memeriksakan dirinya.

"Para wanita desa ini sering merasa malu, takut, dan menganggap pemeriksaan kanker serviks sebagai sesuatu yang tidak penting," kata dr Atul seperti dikutip dari BBC, Senin (11/9/2017).

Sebanyak 500 pembalut menstruasi yang dikumpulkan peneliti diambil sampel darah keringnya dan dilakukan uji tes DNA. Hasilnya diketahui sebanyak 24 wanita positif terinfeksi oleh human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dan perlu mendapat penanganan lebih lanjur.

dr Atul mengatakan tes seperti ini belum bisa dilakukan secara rutin karena memakan biaya dan waktu. Selain itu tes mungkin hanya bisa menguntungkan wanita yang sedang menstruasi saja.

Oleh karena itu pap smear dan inspeksi visual asam asetat (IVA) masih bisa dianggap menjadi metode terbaik untuk pemeriksaan dini. Satu cara yang bisa dilakukan agar wanita mau dan berani periksa adalah dengan mendorong penyuluhan lewat tokoh masyarakat. (rin) 

Sumber: detik.com


Advertisement

Komentar Facebook