Presiden Apresiasi Raihan WTP, Wali Kota Fasha Terima Piagam Prestasi Laporan Keuangan dari Menkeu

Jumat, 15 September 2017 | 10:36:40 WIB


JAKARTA - Kota Jambi kembali bertabur prestasi. Karya dan apresiasi pun terus terukir untuk Tanah Pilih Pusako Batuah. Komitmen pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Jambi dibawah komando Wali Kota DR. H. Syarif Fasha, ME yang berhasil membawa Pemerintahan Kota Jambi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Jambi Tahun Anggaran 2016 ternyata turut mendapat apresiasi khusus dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Presiden melalui Menteri Keuangan RI, kembali memberikan penghargaan kepada kepala daerah berprestasi atas pengelolaan keuangan yang baik dengan salah satu indikatornya adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI.

Hal itu tampak saat Wali Kota Jambi Syarif Fasha menghadiri Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan RI yang berlangsung di gedung Dhanapala Jakarta, Kamis (14/9/2017). Wali Kota Jambi Syarif Fasha yang hadir bersama beberapa kepala daerah terpilih lainnya, turut mendapat apresiasi atas prestasi laporan keuangan pemerintah daerah.

Pemberian penghargaan yang dirangkai dalam kegiatan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah dengan tema "Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk lndonesia Sejahtera" itu, sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI di Istana Negara, yang dihadiri para Menteri, Pimpinan Lembaga, Gubernur/Bupati/Wali Kota, Sekretaris Jenderal, Aparat Pengawasan Internal Pemerintah, dan Pimpinan Institusi terkait.

Dalam arahannya Presiden Joko Widodo mengatakan, pengelolaan keuangan negara digunakan untuk memperbaiki sistem, dan tidak memandang pengelolaan keuangan negara hanya sebagai urusan teknis saja.

"Saya ingin mengingatkan kita semuanya tidak boleh memandang pengelolaan keuangan negara hanya sebagai urusan teknis saja, hanya urusan prosedural saja," kata Presiden saat membuka secara resmi di Istana Negara.

Apa yang dilakukan pemerintah, tambah Presiden, harus mengarah pada perbaikan-perbaikan sistem. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga mengingatkan cepatnya perubahan. Karena itu, ia meminta kepada semua pihak bisa mengantisipasi perubahan tersebut, terutama dalam berinovasi.

"Kita juga harus berani berubah. Akutansi kita mestinya kita arahkan, orientasi tidak kepada prosedur, orientasinya harus diubah pada orientasi hasil," tambahnya.

Sementara saat berlangsungnya Rakernas di gedung Dhanapala, Menteri Keuangan RI Sri Muliyani dalam sambutannya mengatakan pentingnya pengelolaan keuangan pemerintah dengan baik, profesional, transparan, akuntabel dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

"Setiap Rupiah yang dialokasikan dalam APBN dan APBD merupakan amanah rakyat yang harus dikelola oleh pemerintah secara profesional, transparan, akuntabel dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat," ujar Menteri Sri Muliyani.

Pemberian penghargaan dan kegiatan Rakernas tersebut, diharapkan agar pemerintah dapat membangun semangat bersama dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. sehingga APBN dan APBD dapat digunaknn secara efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam melaksanakan program-program pembangunan nasional untuk mewujudkan Nawacita sebagai upaya dalam mencapai Indonesia sejahtera.

Sebagaimana diketahui, kesungguhan dan integritas Pemerintahan Kota Jambi dibawah kepemimpinan Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah memang patut diacungi jempol.

Dalam waktu singkat kepemimpinannya Wali Kota Syarif Fasha berhasil membuktikan kinerja akuntabilitas Pemerintah Kota Jambi menjadi sangat baik.

Dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, jajaran Pemkot Jambi berhasil membawa Kota Jambi meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Jambi Tahun Anggaran 2016 (audited), setelah bertahun-tahun belum pernah diraih Pemerintah Kota Jambi.

Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha disela-sela penerimaan piagam tersebut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas raihan prestasi tersebut dengan salah satu indikatornya opini WTP atas LKPD Pemkot Jambi.

Fasha juga mengungkapkan bahwa raihan tersebut juga merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkot Jambi dan sinergitas serta dukungan dari DPRD Kota Jambi, BPKP RI sebagai pendamping dan seluruh masyarakat Kota Jambi.

"Kami telah belajar dari masa lalu, dengan kesungguhan dan niat yang tulus, serta semangat seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Jambi, untuk membuktikan Pemerintah Kota Jambi layak meraih prestasi ini," tambahnya.

Sementara itu dihari yang sama, Wali Kota Syarif Fasha juga turut menghadiri pembukaan Indonesia Future City dan REI Mega Expo 2017 yang dilaksanakan di Indonesia Convention dan Exhibition (ICE) Kota Tangerang Selatan. Kegiatan yang diprakarsai oleh Real Estate Indonesia (REI) bersama Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tersebut, dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas nama Presiden RI Joko Widodo.

Pada Rakernas tersebut, Wali Kota Jambi Syarif Fasha didaulat menjadi pembicara Expo REI, karena dinilai sebagai kepala daerah yang memiliki terobosan dan inovasi yang sejalan dengan semangat untuk mewujudkan 1 juta rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.

Selain itu, Wali Kota Syarif Fasha juga adalah 1 dari 3 kepala daerah se-Indonesia yang baru saja memperoleh penghargaan sebagai kepala daerah berprestasi dari Menteri PUPR karena dinilai memiliki komitmen, serta kebijakan dalam memberikan kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Jambi.

Dalam eksposnya, Fasha menyampaikan berbagai inovasi dan kebijakan pro rakyatnya dalam mengatasi hambatan mewujudkan program sejuta rumah di Kota Jambi.

"Sebagai seorang Wali Kota, saya sudah mendistribusikan seluruh kewenangan soal perizinan. Seluruhnya sudah saya limpahkan ke DPMPTSP dan Kecamatan melalui pelayanan Paten online. Kami juga telah membuat SOP dan limit waktu yang sangat cepat dalam hal pengurusan perizinan perumahan di Kota Jambi. Kami garansi 1 hari lengkap dan selesai. Kami mampu mengeluarkan ijin 200 unit rumah dalam 1 hari. Ketegasan terhadap pemberantasan praktek pungli dalam perizinan juga menjadi prioritas kami," terang Fasha.

Berbagai inovasi dan kepastian hukum telah dilahirkan Wali Kota Fasha dalam menjamin terlaksananya optimalisasi penyelenggaraan pelaksanaan pembangunan perumahan di Kota Jambi. Diantaranya dengan hadirnya Perda No. 11 Th 2016 tentang penyelenggaraan perumahan, Perwal No. 5 Th 2014 tentang aturan perumahan dan kawasan pemukiman, pengaturan prasarana sarana utilitas (PSU).
Menggratiskam biaya retribusi IMB untuk MBR, Komposisi pembangunan perumahan dengan 65% kavling dan 35% PSU, kewajiban lebar jalan perumahan 6 meter, dan 2% luas lahan untuk pemakaman. Kisaran tahun 2014-2017 pun telah diperoleh 53,8 ha lahan fasilitas umum dari pengembang untuk Pemkot Jambi.

Dalam pertemuan ilmiah yang turut dihadiri seluruh Wali Kota se-Indonesia serta kalangan investor perumahan itu, Fasha kembali mengemukakan berbagai peluang investasi di Kota Jambi. Ia mengatakan selain kenyamanan dan kemudahan perizinan, investor juga akan mendapat kepastian hukum dalam berinvestasi.

Beragam apresiasi pun dilontarkan oleh peserta yang hadir saat Wali Kota Jambi itu menyampaikan paparan dan kebijakannya. Diantaranya seperti yang diutarakan oleh Maria, Ketua REI Papua, yang mengungkapkan bahwa Kota Jambi beruntung memiliki pemimpin yang telah menciptakan berbagai inovasi dan kebijakan yang bagi masyarakat Papua adalah bagaikan surga. Menurut dirinya hal tersebut jika di Papua masih masih menjadi angan-angan.

Ketua REI Aceh pun mengungkapkan bahwa Wali Kota Fasha diharapkan dapat menjadi inspirator bagi kepala daerah lain, karena telah dapat membuat model baru kepemimpinan inovatif dan merakyat. Bahkan dirinya berharap Wali Kota Fasha dapat membuat sebuah buku yang dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Senada dengan Ketua REI Aceh, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Drs. Eko Subowo, MBA, memiliki harapan khusus kepada Wali Kota Fasha untuk dapat mereplikasi dan menularkan kiat sukses pembangunan Kota Jambi keseluruh Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya saat membuka Rakernas Apeksi dan Expo itu memgungkapkan apresiasinya atas langkah progresif yang dilakukan oleh Apeksi bersama REI.

"Sesuai dengan Nawacita, kebijakan pembangunan dan program strategia nasional harus sinkron dan sejalan dengan program kebijakan serta program pembangunan di daerah. Keterlibatan pihak swasta untuk membantu pemerintah dalam pembangunan, baik infrastruktur, maupun lainnya adalah mutlak. Disanalah peran negara hadir untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan investasi didaerah. Pemda harus berlomba membangun tata kelola hubungan pemerintah pusat dengan pemda yg lebih efektif, efisien, taat hukum dan mempercepat birokrasi dalam rangka penguatan otonomi daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Apeksi, Airin Rachmy Diany yang juga Wali Kota Tanggerang Selatan, dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang berkolaborasi bersama REI tersebut adalah tindak lanjut dari Rakernas Apeksi XII Tahun 2017 yang berlangsung di Kota Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Kegiatan ini adalah wujud implementasi Apeksi sebagai wadah pemerintahan kota seluruh Indonesia yang berkomitmen senantiasa berkolaborasi, baik antar sesama pemerintah maupun bersama swasta dalam mendukung pembangunan," jelasnya. (*/rie)


Advertisement

Komentar Facebook