Heboh, Dugaan Honor Tagana Kerinci Dipangkas

Jumat, 15 September 2017 | 13:59:40 WIB


KERINCI – Dulu OPD ini bernama Dinsosnakertrans Kabupaten Kerinci,Dugaan penyimpangan dana proyek padat karya tahun 2016 bernilai ratusan juta rupiah mencuat kepermukaan, lantaran Sejumlah anggota taruna Siaga Bencana TAGANA untuk kegiatan bhakti tanggap darurat, beberapa diantaranya mengeluh, lantaran disenyalir honor mereka dipangkas, Baik dari dana APBN maupun dari dana APBD Kerinci.

Dari sumber data yang di himpun, dugaan pemangkasan honor untuk 78 personil TAGANA dari dana APBN tarmen awal 2017 di kucurkan untuk 5 bulan, tiap bulannya di berikan Rp. 250.000 per TAGANA, jadi jumlah yang harus diterima selama 5 bulan tersebut Rp.1.250.000, namun sebaliknya insentif yang diterima setiap personil sebanyak Rp. 800.000, sisanya senilai Rp. 450,000 di pangkas oknum Dinsos, sedangkam honor dari APBD Kabupaten Kerinci tiap bulannya Rp.100.000, untuk 5 bulan, jumlah yang harus diterima  setiap personil sebanyak Rp. 500.000, kenyataannya personil hanya menerima Rp. 400.000, sisanya yang RP.100.000 di pangkas oleh oknum Dinsos.

Honor yang dibayar untuk 78 personil, tapi hanya di bayar 40 personil saja, sedangkan yang 38 personil lainnya tidak tidak diberikan sama sekali dengan alasan yang 38 personil ini kegiatan mereka pasif.

“Untuk honor personil tagana hanya di berikan kepada 40 orang saja, sedangkan yang 38 lainya tidak menerima dengan alasan yang 38 personil ini kegiatan mereka pasif, SPJ untuk semua 78 personil tersebut terus dilakukan oleh oknum Dinsos," ungkap nara sumber yang namanya enggan namanya dicantumkan.

Ketika di tanyakan kebenaran dugaan penyimpangan anggaran honor TAGANA, Junaidi selaku Kabid sosial pada OPD sepertinya tidak bisa menjawab, sama halnya yang terjadi dengan kepada kepala dinas, mereka semua bungkam, tidak memberi jawaban apapun.

SPJ uang makan  diduga fiktif, pada bidang yang sama  untuk kegiatan Program Keluarga Harapan ( PKH ), ketika acara serah terima program PKH dari gubernur Jambi di Kecamatan Setinjau laut beberapa waktu yang lalu, diduga kuat SPJ biaya konsumsi untuk 300 orang palsu. (jhn/iwn)


Advertisement

Komentar Facebook