Takut Hidup Susah Setelah Menikah, Baca Ini Untuk Menghindarinya

Senin, 18 September 2017 | 14:12:01 WIB


KOMPAS.com - Mengatur keuangan ketika kita masih single rasanya masih cukup mudah. Sebab bisa lebih fokus dalam memperhitungkan kebutuhan.

Namun, setelah menikah, mengatur keuangan ternyata memerlukan pola pikir dan aturan yang berbeda.

Perubahan ini tentu tidak mudah dan perlu terus dipelajari. Anda dan pasangan juga harus bekerja sama untuk bisa mengatur keuangan dengan baik.

Ketika sudah menikah, mengatur keuangan tidak hanya sebatas menuliskan daftar kebutuhan dan menyimpan uang.

Di dalamnya diperlukan adanya komunikasi yang cukup intens bersama pasangan tentang bagaimana mengelola keuangan.

Berapa persen yang akan ditabungkan? Siapa yang akan mengatur keuangan dan hal lainya yang berkaitan dengan keuangan nantinya? 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tips ampuh untuk mengatur keuangan setelah menikah supaya keuangan tidak berantakan.

1.Jangan Habiskan Uang yang Diberikan Tamu Undangan untuk Bukan yang Kebutuhan

Sudah menjadi tradisi bila menyelenggarakan pesta pernikahan maka para tamu akan memberikan hadiah langsung berupa amplop yang berisi uang sebagai hadiah untuk pengantin.

Setelah pesta pernikahan usai, pihak keluarga dan pengantin akan sibuk untuk menghitung amplop tersebut.

Hasilnya bisa merupakan kabar baik. Bisa juga cukup membingungkan. 
Sebaiknya, pasangan pengantin lebih fokus pada apa yang sedang ingin dicapai.

Mungkin mereka ingin mulai mencicil rumah atau juga menutup pengeluaran ekstra dari pernikahan yang telah diselenggarakan. Untuk itu, Anda dan pasangan  harus menyusun prioritas.

2.Miliki Rekening Bersama

Setelah menikah dan hidup bersama, masalah keuangan bukan lagi urusan masing-masing, melainkan urusan bersama.

Urusan keuangan setelah menikah akan menjadi milik berdua. Ada baiknya buatlah tabungan khusus untuk berdua dengan tujuan untuk menyimpan uang hasil dari Anda berdua.

3.Putuskan Siapa yang Mengelola Keuangan

Setelah mulai menjalani hidup bersama, Anda dan pasangan juga perlu menentukan siapa yang akan mengatur keuangan nantinya.

Hal tersebut bisa dilakukan sang istri atau bahkan sang suami kalau memang sanggup mengatur keuanganya dengan baik.

Bisa dibilang salah satu dari Anda harus menjadi bendahara untuk melakukan pencatatan dan mengamankan uang yang terkumpul setelah menikah.

4.Mencatat dan Menghitung Pengeluaran dengan Rinci

Idealnya, selama berumah tangga, Anda dan pasangan mesti bisa mencatat berbagai pengeluaran secara rinci.

Anda berdua juga perlu untuk melacak pengeluaran keluarga supaya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menuju keuangan yang lebih stabil.

Yang perlu dicatat adalah bagaimana uang tersebut dihabiskan dan catat pola pengeluarannya.

5.Atur Pengeluaran Rumah Tangga untuk Jangka Pendek

Anda dan pasangan harus mulai berlatih untuk menyiapkan pengeluaran setidaknya selama 2-3 bulan ke depan.

Biasanya setelah menikah, keadaan keuangan belum terlalu stabil hingga jangka waktu tersebut.

Sementara berbagai macam kebutuhan juga cukup banyak yang harus dipenuhi. Akibatnya, pengeluaran akan lebih meningkat.

6.Tentukan Jumlah Uang yang Wajib Ditabungkan

Selain belajar mencatat pengeluaran, Anda juga harus belajar untuk mulai menentukan berapa uang yang akan disisihkan setiap bulan untuk menabung.

Seperti diketahui bahwa tabungan sangat penting untuk kebutuhan pada masa depan nantinya. Tentukan juga jenis tabungan yang akan Anda berdua pilih.

7.Bedakan Mana Keinginan dan Kebutuhan

Setelah menikah nanti, Anda berdua sudah sah menjadi suami istri. Mulailah membiasakan diri untuk selalu mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan.

Mungkin gambaran Anda berdua setelah menikah adalah selalu melakukan hal romantis semisal pergi makan malam di hotel mewah layaknya film-film romantis.

Namun, kembali ke realita, kebutuhan Anda berdua masih cukup banyak. Ada baiknya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan untuk investasi jangka panjang.

8.Jangan Lupa dengan Dana Cadangan

Yang terakhir adalah Anda berdua juga perlu untuk mempersiapkan dana cadangan. Alokasikan dana Anda berdua untuk keperluan yang tidak terduga dan mendadak nantinya yang bisa saja terjadi tanpa diketahui.

Selalu Utamakan Kebutuhan dan Lakukan Pencatatan Keuangan dengan Baik

Setelah menikah, Anda berdua kini akan menjalani kehidupan bersama.

Tentunya Anda berdua akan saling berbagi semua hal termasuk dalam hal keuangan. Selalu utamakan kebutuhan dibandingkan hal-hal yang hanya sekadar keinginan.

Lalu, rajinlah melakukan pencatatan keuangan dengan maksimal supaya anda bisa menyimpulkan berapa dana yang harus dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, dan keperluan lain yang akan dibutuhkan pada masa depan nanti.

(Sumber berita Kompas.com)


Advertisement

Komentar Facebook