Viralkan Batik Untuk Eksistensi Bangsa Indonesia

Senin, 02 Oktober 2017 | 19:58:41 WIB


Jambi - Pada tanggal 2 oktober diperingati sebagai hari batik nasional. Berdasarkan sejarah hal ini dilandasi atas dasar penetapan batik oleh UNESCO, sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Dengan demikian presiden soeharto selaku kepala negara saat itu, langsung menetapkan 2 oktober sebagai hari batik nasional.;

Sejak lama masyarakat indonesia mengenal batik sebagai identitas tanah air, terlebih sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, dengan menimbang bahwa hal ini dapat meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia, selain itu juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.


Sebagai generasi muda yang mengemban estafet bangsa ini, batik harus menjadi trend bagi pemuda untuk dapat dilestarikan dalam bentuk yang lebih up to date sesuai kreasi kekinian. Namun demikian perlu dukungan yang kuat dari pemerintah dan stakholder untuk dapat menggaungkan batik di daerah masing masing, penulis merincikan kedalam beberapa masukkan yakni:
(1). Motif batik dimasukkan kedalam desain baju olahraga tim nasional indonesia, misalnya dalam desain baju timnas sepakbola, bola voli, badminton, tenis, dll. Sehingga negara lain dapat menandai bahwa batik memang identitias asli indonesia. Maka peran pemerintah yakni dengan membuat kebijakan khusus ketentuan batik sebagai kostum timnas indonesia bila berlaga diajang internasional.
(2). Pelajaran batik harus terus dikembangkan yakni dengan cara mengajarkan kepada murid SD menggambar motif batik di daerah masing-masing, yang kita sadari bahwa ternyata disetiap daerah memiliki motif atau ciri gambar khusus sebagai contoh ;batik solo yang menggambarkan candi, batik jambi durian pecah dan angso duo, batik ondel-ondel betawi, dan lain sebagainya. Harapannya agar minimal anak-anak dapat ingat dan dapat menggambarkan motif batik paling tidak daerah mereka sendiri.
(3). Bagi turis asing yang melancong ke indonesia, dapat ditawari atau dibelikan kain batik sebagai buah tangan untuk dibawa ke daerah mereka, agar negara asingpun identik dengan batik indonesia dan menarik wisatawan agar dapat menjelajahi jenis motif batik yang lebih beragam.


Semakin eksisnya batik di berbagai wilayah dan keseharian. Maka dapat lebih dikenallah identitas tanah air, yang tentunya dapat berdampak pada peningkatan kualitas bangsa kita melalui kearifan lokal yang digaungkan secara global, dan tentu harapan kita tak hanya Nelson Mandela saja yang berani dan konsisten tampil beda
dengan mengenakan batik Indonesia dalam berbagai acara dunia. Bahkan tokoh-tokoh dunia lainpun juga dapat tertarik dengan budaya batik, apalagi kita sebagai warga negara Indonesia.

Oleh :
M Ryan Fadhli S.IP, MM
Pengamat Sosial


Advertisement

Komentar Facebook