Sering Mati Lampu di Kerinci, Masyarakat Pertanyakan Kinerja PLN

Rabu, 06 September 2017 | 12:45:41 WIB


KERINCI - Terkait listrik Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi, sering mati-mati yang sudah terjadi, via media online ini bersama dengan lembaga sosial masyarakat. Mempertanyakan konsekwensi ganti rugi kepada pelanggan sesuai dengan yang disebut produk hukum berlaku.

Masyarakat menjerit dengan kenaikan harga KWH PLN naik terus, namun naasnya lagi yang namanya pemadaman listrik dengan berbagai alasan, pemadaman bergilir, karena musibah, PLN sering rusak karena barang lama, hingga disebut sebagai keterbatsan daya untuk mesuplay arus listrik kepada para pelanggan kerinci.

Media ini bersama sebuah lembaga sosial berupaya mengklarifikasikan hal ini kepada pihak PLN, baik dari PLN rayon sungaipenuh, maupun  pihak PLN wilayah sumatera barat. Namun mereka itu hanya bisa berikan jawaban sebatas teknis. Sedangkan untuk meminta pertanggung jawaban hukum mereka semua bungkam.

Hal ini juga sering berulang kali dipertanyakan kepada PLN rayon Sungai Penuh dan tak luput juga pernah mempertanyakan hal yang sama pada PLN rayon kersiktuo. Ketika ditanyakan hal ini kepada kepala PLN rayon Sungai Penuh "Indra", kenapa listrik Kerinci sering mati, sedangkan rakyat menderita dengan kenaikkan TDL atau KWH yang sudah dirasakan pelanggan serta satu lagi bagaimana dengan tanggung jawab PLN terhadap hak pelanggan, menurut, UU RI No.  30 Tahun 2009 tentang KETENAGALISTRIKAN yang dibunyikan pada Bagian Kelima "Hak dan Kewajiban Konsumen", Pasal 29. Ayat. (1) Konsumen berhak untuk:
a. mendapat pelayanan yang baik;
b. mendapat tenaga listrik secara   
terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik;
c. memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar;
d. mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik; dan
e. mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/ atau kelalaian pengoperasizib oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.

Jawaban Kepala PLN rayon Sungai Penuh Indra.

"Terima Kasih sudah memberikan masukan subelumnya, kami mohon maaf karena terjadi pemadaman aliran listrik baik yg di akibatkan gangguan, maupun pemadaman terencana akibat pekerjaan, pemeliharaan dan defisit daya, saat ini sedang ada pekerjaan pemeliharaan di daerah rawang, dimana tujuan nya untuk perbaikan, tindak lanjut hasil evaluasi tarjadinya  gangguan sebelum nya. Sebagai petugas pelayanan, kami berusaha untuk melayani pelanggan dengan kemampuan kami, salah satunya dengan melaksanakan pekerjaan perbaikan.Tetapi memang dalam pelaksanaan terpaksa kami lakukan pemadaman, untuk itu sekali lagi kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini,  dan mohon doa untuk kelancaran pekerjaan di lapangan, agar kelistrikan di kerinci khusus nya dapat lebih baik lagi," ujar Kepala Rayon.

Sedangkan untuk meminta tanggung jawaban PLN pada Kepmen ESDM no 8 tahun 2016 tentang pelayanan mutu dan biaya, terkait pada pasal ini dibunyikan ganti rugi pelanggan untuk pengurangan biaya beban pada bulan berikutnya akibat sering matinya listrik, PLN tidak memberikan jawaban.
Kepala PLN indra akhirnya memberikan peluang untuk klarifikasikan hal ini kepada biro hukum PLN wilayah sumatera barat dengan memberikan nomor handphone atas nama Remialis , namun via sms Remialis tidak memberikan jawaban apa-apa sampai saat ini.

ketua DPRD kota sungai penuh juga pernah berjanji akan memanggil kepala PLN rayon sungaipenuh terkait masalah listrik Kerinci. Namun sampai saat ini hanya janji belaka. (Jho / Irn)


Advertisement

Komentar Facebook