Kado Ulang Tahun Tanjab Timur Menuju Proses Pendewasaan

Selasa, 26 September 2017 | 16:26:51 WIB


Sejarah perjalanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu dari 4 (empat) Kabupaten Pemekaran dalam wilayah Propinsi Jambi berdasarkan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pemekaran Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sebentar lagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan genap berusia 18 tahun merupakan bagian dari proses pendewasaan sebagaimana yang dialami anak-anak remaja yang sudah beranjak dewasa untuk bisa tumbuh dan berkembang dalam menentukan sikap, sesuai dengan cara bagaimana orang tua mendidik anaknya agar lebih mapan dalam menjawab setiap tantangan.

Pergantian pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, tentunya akan sangat mempengaruhi terhadap proses pertumbuhan pembangunan disuatu daerah, khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pertanyaannya adalah, Perubahan apa yang telah dicapai selama 18 tahun??????????

Pertanyaan tersebut diatas, tentunya telah dapat kita jawab tentang sejauhmana keberhasilan yang telah capai oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur hendaknya tidak terjebak dengan Keberhasilan pembangunan yang telah dicapai. Namun yang harus disikapi adalah sejauhmana peluang masyarakat memperoleh kesempatan dalam meningkatkan kesejahteraan, terutama pemanfaatan dan pengelolaan potensi daerah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejumlah program bantuan telah dikucurkan sebagai bagian dari keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat, namun pernah kah kita bertanya kepada masyarakat tentang efektifkah bantuan yang telah diberikan, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, bahkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, merilis bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu Kabupaten yang masuk katagori termiskin di Propinsi Jambi, artinya sejumlah program yang telah dikucurkan tidak mampu mendongkrak menurunnya angka kemiskinan.

Seharusnya angka kemiskinan tersebut tidak seharusnya terjadi, apabila kita mau mengevaluasi terhadap berbagai kebijakan, bahwa apakah kebijakan tersebut sesungguhnya sudah berpihak pada kepentingan publik.

Apabila kita mau jujur dan mau mengakui, bahwa implementasi terhadap kebijakan yang telah dicapai oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama ini, tentunya masih sangat jauh dari apa yang kita harapkan. Bahkan sejumlah program kebijakan dari setiap pengambil kebijakan yang memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat.

Kita yakin dengan adanya pengawasan dari seluruh stakeholder dan masyarakat di harapkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat sejajar dengan Kabupaten lainnya sesuai dengan komitmen dari pemimpin daerah itu sendiri, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan lebih dewasa lagi dalam menata tantangan kedepannya.

Penulis adalah
Mantan Ketua Panitia Pemilihan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebagai Persyaratan terbentuknya Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 1999

(Arie Suryanto)


Advertisement

Komentar Facebook