MEMBUDAYAKAN KEMBALI BAHASA MELAYU JAMBI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI

Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:45:55 WIB


Memasuki era globalisasi saat ini tentu saja merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang menghadapinya, tak terkecuali dalam menghadapi perubahan dalam berbahasa seperti yang dihadapi oleh hampir seluruh pemuda Jambi bahkan dalam skala yang lebih luas, Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini sangat banyak pemuda Jambi yang mulai menganggap kuno dan simbol keterbelakangan untuk berbicara dalam bahasa Melayu Jambi secara utuh dan memilih untuk bertindak penyimpangan dalam berbahasa seperti maraknya pemuda yang mulai tergerus dalam penggunaan bahasa alay karena dianggap lebih keren dan mewakili sikap pemuda era globalisasi.

Tentu saja fenomena seperti ini sangat merugikan bagi identitas suatu budaya yang ada di Jambi, bahwa kekayaan budaya justru secara perlahan mulai dilupakan dan beralih kepada budaya-budaya kekinian dalam berbahasa yang sangat bertolak belakang dengan etika yang seharusnya berlaku di Jambi. Hal seperti ini sudah menjadi renungan bagi kita semua sebagai masyarakat Jambi untuk melestarikan budaya dalam berbahasa Melayu Jambi. Dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengampanyekan peduli literasi dan pengembangan untuk merevitalisasikan bahasa Melayu Jambi guna menumbuhkan kembali minat pemuda untuk ikut serta menghargai budaya setempat terutama dalam berbahasa.
Dalam misi tersebut dibutuhkan pula ideologi-ideologi kreatif masyarakat terutama pemuda dengan membentuk forum untuk mendiskusikan cara efektif juga pemahaman dan pelatihan untuk menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap berbahasa Melayu Jambi. Mengadakan kompetisi-kompetisi di bidang pemberdayaan bahasa Melayu Jambi seperti berbalas pantun Seloko Adat, reportasi bahasa Melayu Jambi, dan sebagainya dengan maksud menumbuhkan jiwa kompetitif dalam memperjuangkan kebudayaan pemuda-pemudi yang mendediksasikan diri mereka untuk membangun kembali identitas budaya bahasa Melayu Jambi serta mengapresiasi bagi mereka yang berprestasi.
Dengan melakukan hal-hal seru dan menguntungkan tersebut maka tidak menutup kemungkinan eksistensi bahasa Melayu Jambi kembali menjadi primadona penggunaan bahasa yang ada di Provinsi Jambi.

Oleh : Ferdinan Ali Akbar Fatahillah


Advertisement

Komentar Facebook