Kuliah Sambil Bekerja, Fitni Gadis Asal Kumpeh Dinobatkan Jadi Wisudawan Terbaik STISIP NH Jambi

Sabtu, 11 November 2017 | 22:06:51 WIB


JAMBI - Membayangkan untuk terpilih menjadi wisudawan terbaik tidak pernah telintas dalam diri Fitni Ulandari. Gadis kelahiran 9 Januari 1996 tersebut sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya mendapatkan prestasi membanggakan dalam wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Nurdin Hamzah Jambi.

"Saya tidak pernah terbayang menjadi wisudawan terbaik saya pikir saya tidak mampu, alhamdulillah rasanya senang sekali bisa membahagiakan kedua orang tua," ungkap putri dari pasangan Helliah dan Ayub tersebut.

Saat dikonfirmasi beritajambi.co, Fitni mengatakan bukan berasal dari keluarga mampu untuk kuliah. Demi memenuhi biaya kuliahnya, Fitni harus bekerja disalah satu mini market di Kota Jambi.

Meskipun harus berpacu dengan waktu antara bekerja dan belajar, hal tersebut dilakukan Fitni dengan ikhlas semata-mata agar tidak merepotkan orang tua.

Kondisi sang ayah yang saat ini lumpuh sedangkan ibunya hanya seorang petani memotivasi dirinya untuk belajar dengan baik. Dirinya menyadari bahwa pendidikan sangat penting untuk kemajuan diri sendiri, keluarga dan orang banyak.

"Saya membayar uang kuliah dari gaji saya bekerja di salah satu mini market di Kota Jambi, setiap hari kerja senin-minggu dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, dan setiap jam 4 saya kuliah sampai jam 8 malam dari senin-jumat," sebut gadis berhijab tersebut.

Membanggakan orang tua adalah motivasi Fitni dalam menyelesaikan pendidikannya. Meskipun mendapatkan dukungan dari orang tua, Fitni mengaku orang tuanya tidak melepaskan begitu saja untuk kuliah. Bukan tanpa alasan, tempat tinggal serta membagi waktu dengan bekerja menjadi pertimbangan orang tuanya. Namun Fitni berhasil menunjukkan ke orang tua bahwa dirinya mampu menyelesaikan pendidikan sambil bekerja. Selama masa kuliah dirinya tinggal di kediaman kerabat.

Selain itu, dirinya berujar ingin berkontribusi dalam pembangunan desa tempat dirinya dibesarkan dengan pengetahuan yang dirinya peroleh.

"Motivasi saya untuk kuliah adalah untuk membahagiakan kedua orang tua saya karena saya anak satu-satunya perempuan di keluarga, saya berkeinginan mengembangkan desa saya sendiri untuk birokrasi yang lebih baik untuk menciptakan good governance di desa khususnya desa Tarikan desa saya sendiri," ungkapnya.

Fitni mengungkapkan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Namun itu belum dapat ia wujudkan mengingat biaya pascasarjana tidak murah.

Oleh sebab itu, dirinya mengatakan akan bekerja terlebih dahulu sambil berusaha mencari peluang untuk program beasiswa. Dirinya berharap ilmu yang ia dapatkan dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Fitni merupakan gadis asal Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Dirinya memulai pendidikannya dari SD N 20/IX Desa tarikan, SMP N 4 Kabupaten Muaro Jambi, kemudian SMA N 5 Muaro Jambi. Selanjutnya dirinya melanjutkan pendidikannya pada Jurusan Ilmu Pemerintahan STISIP NH Jambi. Adapun judul skripsinya yakni Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Atas kegigihannya selama ini, dirinya predikat wisudaan terbaik dengan IPK 3,77.(rin)



Advertisement

Komentar Facebook