Waspasa! Virus Hepatitis Ancam Ibu Hamil dan Bayi

Kamis, 11 Januari 2018 | 22:15:07 WIB


MUARASABAK - Hepatitis merupakan peradangan hati serius yang bisa dengan mudah ditularkan ke orang lain. Penyakit ini diakibatkan oleh virus hepatitis. Ada beberapa jenis virus hepatitis, termasuk hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C. Jika tidak tertangani dengan baik, hepatitis saat hamil bisa menyebabkan penyakit parah, kerusakan hati, bahkan kematian. Ibu juga bisa menyebarkan virus ke bayinya.

 

Hepatitis B dan C adalah jenis hepatitis yang paling umum terjadi selama kehamilan. Hepatitis B adalah bentuk hepatitis yang paling sering ditularkan dari ibu ke bayi di seluruh dunia, dengan peningkatan risiko yang lebih besar jika Anda tinggal di negara berkembang.

 

Sekitar 90% wanita hamil dengan infeksi hepatitis B akut akan “mewarisi” virus tersebut ke bayi mereka. Sekitar 10-20% wanita dengan infeksi hepatitis B kronis akan menularkannya. Sekitar 4% ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis C akan menyebarkannya ke bayi mereka. Risiko penyebaran penyakit dari ibu ke anak juga terkait dengan seberapa banyak jumlah virus (viral load) dalam tubuh ibu dan apakah dia juga terinfeksi oleh HIV.

 

Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Ernawati, melalu Kasi P2PM, Kadarusman mengatakan, penyakit hepatitis pada ibu hamil sudah banyak terjadi di Tanjabtim. Saat ini pihaknya sudah mewajibkan ibu hamil untuk periksakan darah ke Puskesmas setempat, untuk mengetahui apakah ada ibu hamil yang terjangkit hepatitis. "Jika ada, kita langsung memberikan pengobatan, setelah melahirkan bayinya langsung di imuninsasi," katanya, Kamis (11/1) kemarin. 

 

Gejala hepatitis yang dialami ibu hamil tidak terlihat, maka setiap ibu hamil darahnya harus diperiksa. Sementara, untuk penularan penyakit ini sangat mudah. Tersentuh keringatnya saja, orang lain juga bisa tertular, dan penyakit ini lebih berbahaya dari penyakit HIV/AIDS. "Tapi bedanya hepatitis ini dapat diobati dan ada obatnya," terangnya. 

 

Kemudian, Satu bulan sebelum melahirkan, pihaknya akan melaporkan ke provinsi untuk meminta vaksin ke pusat, karena kabupaten dan provinsi tidak boleh menyetock vaksin tersebut. "Obatnya itu mahal. Kalau pun ada ibu hamil yang terjangkit, vaksin itu akan diberikan secara gratis tanpa ada biaya. Kita tidak stock vaksinnya itu, kabupaten dan provinsi tidak boleh menyetock vaksin tersebut," terangnya. 

 

Kadarusman menambahkan, semenjak Desember tahun 2017 lalu, pihaknya sudah menggalakan pemeriksaan darah ibu hamil. Dan ibu hamil yang sudah terjangkit hepatitis selama tahun 2017 sudah sebanyak kurang lebih 10 orang. "Kita menghimbau bidan-bidan yang berada di Polindes, Puskesdes dan Posyandu, agar bisa memeriksa darah ibu hamil. Untuk logistiknya dari kabupaten yang menyiapkan," tukasnya.(Hen)


Advertisement

Komentar Facebook