Polres Tanjab Timur Berhasil Bekuk 2 Bandar Narkoba Di Tempat Berbeda

Selasa, 15 Mei 2018 | 21:50:34 WIB


Polres Tanjab Timur Gelar Pers Rilis

 

MUARASABAK, BERITAJAMBI.CO - Dalam Pers Rilis yang digelar Tim Satuan Narkoba Polres Tanjung Jabung Timur ( Selasa 15 Mei 2018 Pukul 11.00 WIB ) diruang pola Paduka Berhalo Polres Tanjung Jabung Timur, berhasil bekuk 2 bandar narkoba.

 

Dua pelaku bandar narkoba yang berhasil dibekuk Tim Satuan Narkoba tersebut adalah SPR Alias SP warga RT. 07 RT. 10 Dusun Gudang Indah 

Desa Sungai Beras Kec.Mendahara Ulu Kab.Tanjab Timur, dan AM Alias Gnr warga Dusun Suka negara, RT. 04, Desa Lambur Luar Kecamatan Muara sabak timur.

 

Keduanya dibekuk Satuan Narkoba Polres Tanjung Jabung Timur ditempat yang berbeda diwilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Dalam pers rilis, Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP. Marinus Marantika Sitepu, S. Sos, M. Si yang didampingi Kasat Narkoba IPTU. A. Faisal mengatakan,

 

" Kita hari ini melakukan pers rillis terkait keberhasilan kita mengungkap beberapa kasus, khususnya dalam hal ini kita mengungkap 2 kasus narkoba, dan kasus narkoba ini adalah salah satu kegiatan yang kita laksanakan dalam rangka upaya - upaya meminimalisir maraknya peredaran narkoba diwilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur ". Ujar Kapolres.

 

" Ada 2 orang tersangka bandar narkoba yang kita amankan dilokasi yang berbeda, lokasi yang pertama di Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur atas nama SP, dan satu lagi di Kecamatan Muara Sabak Timur Desa Lambur Luar dengan nama AM, jadi kedua tersangka ini melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009, yang pertama kasus di Kecamatan Mendahara Ulu Pasal 114, sementara yang kedua di Kecamatan Muara Sabak Timur Desa Lambur Luar atas nama AM Pasal 112, jadi kedua tersangka ini merupakan TO lama kita dan memang sudah cukup lama kita lakukan penyelidikkan untuk mengungkap kasus tersebut, dan juga tidak akan berhenti untuk mengungkap kasus narkoba dan kita berharap kepada masyarakat agar memberikan informasi seluas - luasnya, agar kasus peredaran narkoba dan yang melibatkan atau apabila ada oknum - oknum anggota aparat yang membekingi agar melaporkan kepada kita, dan kita berantas ". Ungkap Kapolres.

 

" Kronologis penangkapan yang pertama di Kecamatan Mendahara Ulu, yang bersangkutan telah lama kita intai atas nama SP, dimana dari hasil penyidikkan tersangka ini diduga sedang membawa narkoba dan mengedarkan narkoba, kemudian pada saat dilakukan pengintaian dan pada saat dilakukannya transaksi, tersangka SP langsung kita amankan dan kita tangkap berikut barang bukti 17 buah plastik klip bening yang didalamnya berisi serbuk kristal diduga Narkotika Jenis Sabu, 1 buah botol lasegar yg telah dimodifikasi (Bong), 1 buah tabung kaca pirek, 5 buah pipet plastik yg telah dimodifikasi, 2 buah karet dot, 2 buah pembersih kaca pirek, 1 buah jarum api, 1 buah wadah minyak rambut Gatsby warna biru muda, 1 buah dompet kecil merk "Toko Mas Pantas" warna biru, 1 buah kotak plastik warna bening merk "Exori", 1 buah kantong plastik bening, 3 buah kantong kresek warna hitam, dan juga beberapa timbangan yang sudah kita amankan disini, dan 1 unit Handphone merk Nokia Type RM-1134 Warna hitam berikut transaksi percakapan antara pembeli dan penjual ". Jelas Kasat.

 

" Kemudian yang kedua juga untuk tersangka yang di Lambur Luar Kecamatan Muara Sabak Timur yang bernama AM, berdasarkan penyidikan yang cukup lama kemudian yang bersangkutan tersangka ini melakukan transaksi narkoba baru kita tangkap bersama barang bukti 11 plastik klip bening yg berisikan serbuk kristal yg di duga narkotika jenis sabu dengan jumlah timbangan berat kotor 8,38 gram, 1 unit timbangan merk CHQ, 1 perangkat alat hisap sabu, 1 buah kaleng permen teens, 3 bal plastik klip bening kosong, 1 buah tas warna coklat merk joullbules, 

Handphone berikut transaksi percakapan antara pembeli dan penjual, dan uang hasil penjualan sekitar Rp. 1.500.000 ". Terang Kapolres.

 

Saat para awaq media menanyakan status tersangka, apakah kedua tersangka itu pemakai atau bandar narkoba, apakah para tersangka jaringan lama atau jaringan baru, asal narkoba yang didapat kedua tersangka, dan pengembangan tersangka selanjutnya, Kapolres menegaskan bahwa dari hasil barang bukti dan penyelidikkan ternyata mereka berdua adalah pengedar.

 

" Iyaaaaa.... mereka berdua adalah pengedar, dan mereka berdua merupakan jaringan lama, untuk barang ( narkoba - Red ) yang mereka dapatkan berdasarkan keterangan ada beberapa tempat ada yang berasal dari Jambi, berasal dari daerah lain, dan berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kalau untuk lamanya mereka melakukan sebagai pengedar ini ada yang 1 tahun dan 2 tahun, sementara baru saat ini kita akan masih lakukan pengembangan dan penyelidikkan ". Tegas Kapolres. ( 0K1 ).


Advertisement

Komentar Facebook