Mengaku Diusir Dari RSUD Raden Mattaher, Puluhan Pedagang Mengadu ke Pemprov

Selasa, 09 Oktober 2018 | 13:09:13 WIB


JAMBI - Puluhan masyarakat, Selasa (9/10/2018) mendatangi kantor gubernur Jambi. Puluhan masyarakat yang sebagian wanita meminta keadilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berjualan didalam kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

 

Puluhan ibu-ibu yang merupakan pedagang kecil yang mengaku telah berpuluhan tahun berjualan sejak masa direktur sebelumnya. Namun kali ini mereka mengaku telah diusir oleh pimpinan RSUD tanpa ada solusi tempat bagi mereka.

 

"Padahal mereka asli penduduk setempat di lingkungan RSUD Raden mattaher yang sudah berdagang dan diberikan tempat oleh pimpinan RSUD yang sebelumnya. kebijakan bagi mereka mestinya harus diprioritaskan dan dicarikan solusi yang adil sudah berpuluhan tahun para pedagang mencari rezeki menempati kantin dalam RSUD Raden mattaher," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) dalam rilisnya.

 

Masyarakat menyayangkan sikap dari pimpinan RSUD yang dinilai arogan dan semena-mena terhadap para pedagang. Janji untuk memberikan tempat berdagang tidak terbukti sampai saat ini bahkan digusur.

 

Sebelumnya pihak rumah sakit menawarkan tempat sewa kantin di hostel dengan harga yang sangat besar RP 16-20 juta perbulan. Nominal tersebut dinilai sangat besar.

 

Puas berorasi, puluhan ibu-ibu akhirnya bermediasi dengan Asisten I di ruang rapat Sekda. (rin)


Advertisement

Komentar Facebook