Tanggapi Protes Pedagang RSUD, Dirut RSUD Raden Mattaher Berdalih Demi Kepentingan Pasien

Selasa, 09 Oktober 2018 | 18:37:26 WIB


JAMBI - Menanggapi protes pedagang yang mengaku tidak boleh berjualan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, Asisten I Setda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo beserta rombongan langsung meninjau lapak pedagang dalam RSUD, Selasa (9/10/2019)

 

Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, Iwan Hendrawan menyambut langsung rombongan dan langsung menuju lapak pedagang yang ada dilingkungan RSUD.

 

Agus Sunaryo langsung berinteraksi dengan para pedagang dan mencoba untuk menengahi permasalahan yang ada. Demi kepentingan pasien, para pedagang yang ada dilingkungan dalam RSUD akan dialihkan di kantin Sosro depan RSUD.

 

"Kita mengakomodir pedagang yang ada dan satu hal mungkin dimana-mana dirumah sakit harus steril dari semua kegiatan perdagangan, karena itu juga  mempengaruhi keluarga pasien. Apa yang disampaikan pedagang yang didalam ada solusi bahwa kita siapkan tempatnya untuk mengalihkan dan rata-rata semua pedagang setuju dengan catatan tempatnya layak untuk jualan dan sewa tidak terlalu mahal," kata Agus Sunaryo 

 

Selanjutnya, Iwan Hendrawan mengatakan telah berbicara dengan pedagang terkait pemindahan pedagang. Sembari disiapkan tempat oleh pihak RSUD, para pedagang akan menempati tempat baru dalam waktu satu minggu.

 

"Ya, ahamdulillah sama pedagang kami sudah bicara dan insyaallah ini kita kasih waktu untuk kita siapkan tempat. Tempatnya itu ada di kantin Sosro," ujar Dirut.

 

Iwan mengakui bahwa memang ada persoalan terkait pedagang dalam lingkungan RSUD. Namun dirinya telah berusaha mencarikan solusi terbaik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Adapun salah satu solusinya adalah menyediakan tempat berjualan dengan uang sewa Rp 100 ribu perbulan.

 

Sedangkan untuk pedagang emperan seperti pedagang kacang rebus, jagung rebus dan pedagang lainnya dapat menitipkan barang dagangan kelapak Sosro depan RSUD. 

 

"Nanti teknisnya mereka yang gantian jaga atau dari koperasi kita, nanti ini akan menguntungkan pedagang itu sendiri misalnya bisa untuk melakukan pekerjaan yang lain, jadi makanan juga steril," beber Iwan.

 

Iwan juga menjelaskan langkah pemindahan pedagang perlu dilakukan demi kepentingan rumah sakit dan pasien. Bila tetap dibiarkan berjualan, tentunya melanggar akreditasi Rumah Sakit. Selanjutnya makanan yang terjual tanpa dibungkus seperti kacang rebus dikhawatirkan menyebarkan penyakit karena rentan dihinggapi lalat.

 

Sebab, limbah yang ada di Rumah Sakit tentunya berasal dari pasien yang dengan berbagai macam penyakit. Terlebih tempat pedagang berjualan dinilai kumuh dan berdekatan dengan ruang terbuka hijau pasien dengan penyakit TBC.

 

"Insyaallah kalau disini (dalam RSUD) tidak ada yang jualan mereka pasti belanja juga (diluar RSUD), ini lagi di data yang di dalam ada 11 pedagang. Nanti yang kecil-kecil kita juga akan data tapi tidak ada lagi yang baru karena tempat juga terbatas. Realisasi pemindahan berdasarkan surat saya itu satu minggu. Jadi ada transisi kita mempersiapkan di Sosro, dari awal tidak ada pengusiran dan mereka sudah sepakat satu minggu," ungkap Iwan kepada awak media. (rin)


Advertisement

Komentar Facebook