HOT TOPICS:
#Nasional





Tim PPM Fisipol Unja Sosialisasi Desa Sadar Wisata di Muara Jambi

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:28:00 WIB


Ditulis Oleh: Dr. Hartati, SH., MH., Dr. Pahrudin HM, M.A., Hapsa, S.IP., M.IP.

 

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2017, sektor pariwisata nasional berandil sekitar Rp.120 Triliun terhadap ekonomi negara. Karenanya, pasca reformasi, pemerintah sudah menghasilkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 sebagai acuan bagi pengelolaan pariwisata nasional. Berbagai destinasi wisata dikemas dengan baik agar lebih berkontribusi lagi terhadap devisa negara.

Meskipun diakui berkontribusi positif bagi ekonomi nasional, namun eksistensi pariwisata terhadap ekonomi masyarakat sekitar masih dipertanyakan. Masyarakat sekitar masih belum memperoleh implikasi positif secara signifikan terhadap eksistensi tempat wisata di wilayahnya. Padahal dalam regulasi pariwisata jelas disebutkan bahwa pembangunan pariwisata dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya penduduk tempatan. 

Mengemukanya gap sosial ini tentu harus dicarikan solusinya. Adalah Community Based Tourism (CBT) yang dianggap sebagai sebuah konsep solutif terhadap gap sosial terkait dengan eksistensi pariwisata. Konsep CBT menghendaki agar masyarakat terlibat dalam pengelolaan pariwisata dan mengembangkan produk-produknya. Konsep ini dapat diterapkan secara lebih baik jika sudah ada kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata dalam meningkatkan taraf hidup mereka.

Sejalan dengan hal ini, maka Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Fisipol Universitas Jambi yang diketuai oleh Dr. Hartati, SH., MH merasa terpanggil untuk berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Tim yang juga terdiri atas Dr. Pahrudin HM, M.A. dan Hapsa, S.IP., M.A. sebagai anggota ini mengadakan sosialisasi terkait masyarakat sadar wisata di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi pada tanggal 13 Agustus 2019. Dipilihnya Muara Jambi sebagai lokasi sosialisasi karena desa ini menjadi tempat Candi Muaro Jambi yang menjadi situs arkeologi sebagai tempat ibadat Agama Budha di masa lalu. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh kepala desa, perangkat desa, tokoh dan masyarakat Desa Muara Jambi. Dalam kegiatan ini hadir perwakilan Polres Muaro Jambi dan Kapolsek Maro Sebo yang juga bertindak sebagai narasumber.

Melalui paparannya, Dr. Hartati, SH., MH yang juga Dekan Fisipol Unja menyampaikan bahwa melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016, desa dapat memainkan peranannya secara lebih signifikan, terutama terkait dengan pengelolaan potensi desa seperti Candi Muaro Jambi ini. Upaya ini tentu saja dengan melibatkan segenap pihak, termasuk dengan desa-desa tetangga yang berdekatan dengan Situs Percandian Budha terbesar di Asia Tenggara ini.

Masih dalam konteks yang sama, pemateri lainnya, Dr. Pahrudin HM, M.A. juga menyampaikan bahwa Candi Muaro Jambi harus memberi dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat Desa Muara Jambi. Caranya, lanjut doktor lulusan Fisip Universitas Airlangga yang juga Ketua Prodi Ilmu Politik Unja ini adalah dengan menjadikan masyarakat Desa Muara Jambi sebagai orang-orang yang sadar wisata. Masyarakat Sadar Wisata adalah orang-orang yang tahu potensi yang dimilikinya dan berupaya maksimal untuk mewujudkannya.

Sebagai upaya membentuk masyarakat sadar wisata, pada kegiatan sosialisasi kali ini dilakukan permainan edukatif. Masing-masing peserta menuliskan arti penting Candi Muaro Jambi, berikutnya menuliskan potensi positif yang dimiliki dan dilanjutkan dengan hal-hal negatif yang dimiliki masyarakat Muara Jambi. Terakhir, pada edugame ini dilakukan diskusi terkait catatan-catatan yang disampaikan peserta dan kesepakatan untuk mewujud nyatakan potensi-potensi positif bagi pengembangan Candi Muaro Jambi dan menghilangkan hal-hal negatif yang akan menghambat terciptanya  efek positif objek wisata ini bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Camat Maro Sebo beserta Kepala Desa dan masyarakat Desa Muara Jambi sangat mengapresiasi dilangsungkannya kegiatan sosialisasi ini. Hal ini karena mereka memang membutuhkan perhatian semua pihak, termasuk kampus, dalam memberikan solusi bagi masalah-masalah yang mereka hadapi. Mereka berharap agar kegiatan ini dapat memicu tumbuhnya semangat dalam membentuk masyarakat sadar wisata yang akan berkontribusi positif bagi kehidupan mereka. Sekian.


Advertisement

Komentar Facebook