HOT TOPICS:
#Nasional





Nasib Penjual Mie Ayam Keliling yang Sukses

Rabu, 09 Oktober 2019 | 19:16:41 WIB


JAMBI - Mudofir yang merupakan Warga Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi timur, Kota Jambi yang berlokasi tepat di depan Yayasan Nadhifa Jambi, patut untuk diapresiasi. Bagaimana tidak, sebelumnya hanya penjual mie ayam keliling, kini ia telah menjadi pengusaha Produksi Mie Kebumen yang sukses. 

 

Selama 10 tahun memproduksi mie, Mudofir telah memiliki 60 mitra penjual mie keliling yang diberi nama panguyuban mie ayam kebumen. 60 mitranya tersebut difasilitasi gerobak dengan fasilitas lengkap,  tetapi harus membeli segala macam kebutuhan,  baik mie,  saos, kecap itu  tempatnya langsung. 

 

Saat ditemui ditempat produksinya, Binaan Bogasari selama 8 tahun ini mengaku bahwa dalam sehari sebanyak 375 kg tepung terigu dan 1000 butir telur yang dihabiskannya. 

 

Tidak hanya mie saja,  tetapi Mudofir juga memproduksi kue bawang,  pangsit yang mencapai puluhan kg perharinya. Pembeli atau pemesan diluar gerobak, kata Mudofir, itu tidak hanya dari Kota Jambi saja,  tetapi ada juga dari luar daerah Provinsi Jambi.  

 

"Pemesan kita kadang ada dari luar kota, Bayung,  Sarolangun,  Bangko,  Bungo,  Tungkal,  Palembang," ungkap Mudofir. 

 

Awal mula Mudofir membuka usaha produksi mie tersebut ialah karena ingin membawa perubahan ekonomi.  Karena sebelumnya telah berjual mie ayam keliling, dan juga pernah menjual dikaki lima.  

 

"Kita nyewa orang waktu jual keliling. Alhamdulillah  sekarang kita produksi sendari," beber Mudofir. 

 

Disinggung mengenai kenapa memilih Bogasari bahan pokok utamanya,  Mudofir mengaku karena bogasari bahan yang pas dan teruji. 

 

"Kalau bogasarikan sudah pas dan teruji, penyuplaiannya selama ini tidak bermasalah,  berkulitas, berapopun kita butuh pasti ada," terang Mudofir. 

 

Tidak hanya itu saja,  pengusaha yang sudah memiliki 3 orang kariawan ini sangat mengapresiasi dengam kegiatan festival mie ayam anggso duo yang akan diadakan oleh Bogasari pada Minggu 13 oktober mendatang.  Karena selain mempromosikan penjajal mie, juga mendongkrak penjualan. 

"Kalau mnurut saya sangat bagus  untuk mempromosikan penjajah mie, menyakinkan bahwa produk yang kita jual itu apa,  sehat. disamping itu juga akan bisa mendongkrak penjualan kita, juga yang tadinya belum tau menjadi tau," pungkas Mudofir.  (rie) 


Advertisement

Komentar Facebook