MUARASABAK, BERITAJAMBI.CO - Rusaknya jembatan yang menghubungi antar Kecamatan Nipah Panjang menuju Kecamatan Sadu ( Desa Simpang Datuk - Desa Sungai Jambat ) yang terletak di RT. 01 Dusun Bina Karya Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur, butuh perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pasalnya, jembatan tersebut juga merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Desa dan Kecamatan.
Jembatan tersebut, dibangun pada tahun 90an oleh Pemprov Jambi dengan struktur tiang pancang besi. Namun lantai kayu.
Dengan berjalannya waktu dan faktor umur, saat ini kondisi jembatan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Karena tiang pancang besi yang digunakan sebagai penyangganya sudah hilang hanyut dibawa arus sungai.
Masyarakat Desa Simpang Datuk sudah beberapa kali memperbaiki jembatan tersebut dengan swadaya dengan mengganti struktur berbahan kayu yang mana kondisinya sudah lapuk dan bergoyang.
Masyarakat di Desa Simpang Datuk sangat takut untuk melintasi jembatan tersebut. Karena banyak sudah warga yang menjadi korban jatuh kesungai bersama kendaraannya.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ambo Gauk saat dikonfirmasi awak media dikediamannya ( Rabu 29 Januari 2020 ) mengatakan,
" Jembatan tersebut merupakan akses menuju kekantor Desa, selain itu juga menjadi penghubung antara Kecamatan Nipah Panjang menuju ke Kecamatan Sadu ( Desa Simpang Datuk - Desa Sungai Jambat ) ". Ungkap Ambo Gauk.
" Jembatan tersebut sudah lama sekali dibangun oleh Pemprov. Sebelum saya menjabat sebagai Kepala Desa yang mana saat ini saya sudah 3 periode jembatan itu sudah ada. Kita merehabnya dengan swadaya bersama masyarakat ". Ujar Ambo Gauk.
" Saya mewakili suara masyarakat sangat berharap, jembatan tersebut menjadi perhatian khusus kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk dibangun. Jembatan tersebut sangat miris keadaannya. Sudah banyak memakan korban, karena banyak warga yang jatuh saat melintasinya ". Pinta Ambo Gauk berharap.
( 0K1 )