SUNGAIPENUH - Sudah 3 minggu Petani dan pemilik usaha penggilangan padi di Kerinci dan Kota Sungaipenuh mengeluh pasokan BBM di Sejumlah SPBU sering habis. Bahkan tingkat pengeceran susah ditemukan.
Pantauan Beritajambi.co dilapangan, di tiga SPBU yakni SPBU Tanah Kampung, SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh, dan SPBU Siulak Kerinci, Jumat (32/1/2020) sejumlah warga mengantri BBM jenis Partalite. Namun, stok BBM cepat habis.
Menurut informasi, pasokan BBM jenis partalite, pertamax diseluruh SPBU di Kerinci dan Kota Sungai Penuh sangat tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, dengan alasan pihak PT Elnusa pengusaha angkutan armada pengakut BBM kurang.
Asra salah satu warga Lempur Danau Kerinci mengungkapkan, ia datang di SPBU Tanah Kampung BBM jenis partalite sudah habis.
Dengan kurangnya pasokan BBM, Masyarakat meminta pemerintah dan pihak perusahaan armada angkutan BBM dari Padang harus segera mengambil langkah cepat, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut dapat berdampak buruk pada pertumbuhan perokonomian masyarakat.
Aan manager SPBU Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh dikonfirmasi mengaku, BBM sering habis dikarenakan Pasokan BBM jenis partalite berkurang dari PT Elnusa di teluk Kabung Padang Sumbar.
"Permintaan BBM partalite kami 2 tangki, namun dikirim 1 tangki, itupun 2 tangki untuk penjualan 1 hari. Tentu cepat habis," kata Aan.
Aan yang juga mengeluh terhadap PT Elnusa, karena pihak PT beralasan armada angkutan kurang. "Kami SPBU juga rugi, karena jaminan uang sudah dikasih dulu, ternyata pasokan kami dikurangi," imbuhnya.
Terpisah, Direktur SPBU 24.37120 Pelayang Raya Sungaipenuh, Syahdiah dikonfirmasi mengatakan hal yang sama, pasokan BBM pertalite untuk SPBUnya hanya 1 tengki 1 hari. "Iya, kami sudah meminta tambahan pasokan, tetapi pihak yang di padang Armadanya kurang," katanya.
Sementara Pimpinan PT Elnusa, Hadi dikonfirmasi mengatakan, minimnya pasokan BBM di Kerinci dan Kota Sungaipenuh dikarenakan kekurangan armada.( Iwan )