HOT TOPICS:
#Nasional





Inflasi Jambi Maret 2020 Terkendali

Senin, 06 April 2020 | 19:16:31 WIB


Foto Ilustrasi, Sumber: sultrakini.com
Foto Ilustrasi, Sumber: sultrakini.com

JAMBI - Inflasi Jambi pada Bulan Maret 2020 masih terkendali, hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto.

 

Menurut Bayu Martanto, Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Maret 2020 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,64% (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 2,61% (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 0,87% (ytd). Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok pada makanan, minuman, dan tembakau, yaitu cabai merah (andil 0,32%), bawang putih (andil 0,08%), beras, cabai rawit, dan minyak goreng (andil 0,04%), serta komoditas pada kelompok transportasi yaitu angkutan udara (andil 0,17%).

 

Secara umum, tambah Bayu Martanto, merebaknya wabah corona virus disease (COVID-19) yang terjadi di Indonesia berdampak pada kekhawatiran masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan angkutan udara. Selain itu, berbagai himbauan dan kebijakan Pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan turut mendorong penurunan tarif angkutan udara. Penurunan harga komoditas makanan didorong oleh panen raya di sejumlah sentra sehingga berdampak pada melimpahnya pasokan, di tengah stabilnya permintaan. Harga bawang putih yang sempat meningkat di awal tahun akibat terganggunya proses impor dari Tiongkok, mulai tercatat bergerak kembali ke harga normal. 

 

"Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang menahan deflasi, yakni daging ayam ras (andil inflasi 0,08%), mobil dan telur ayam ras (andil inflasi 0,03%), tarif gunting rambut pria, pisang, gula pasir, susu bubuk untuk balita, dan ikan patin (andil inflasi 0,02%). Peningkatan harga pada komoditas tersebut sebagai dampak dari terbatasnya pasokan untuk memenuhi permintaan," kata Bayu Martanto dalam siaran persnya yang diterima beritajambi.co, Senin (6/4/2020).

 

Adapun rincian perkembangan inflasi pantauan di Jambi adalah sebagai berikut:

Kota Jambi:

Bulanan : -0,65% (mtm)

Tahun Berjalan : 0,91% (ytd)

Tahunan : 2,63% (yoy)

Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas cabai merah (andil 0,35%), angkutan udara (andil 0,19%), bawang putih (andil 0,09%), beras dan cabai rawit (andil 0,05%), dan minyak goreng (andil 0,04%). Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (andil 0,08%), mobil (andil 0,04%), dan tarif gunting rambut pria serta telur ayam ras (andil 0,03%).

 

Kabupaten Bungo:

Bulanan : -0,56% (mtm)

Tahun Berjalan : 0,53% (ytd)

Tahunan : 2,43% (yoy)

Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas cabai merah (andil 0,62%), angkutan udara (andil 0,15%), bawang putih (andil 0,08%), bawang merah (andil 0,06), dan cabai rawit serta petai (andil 0,04%). Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan (andil 0,13%), jeruk (andil 0,06%), mobil dan daging ayam ras (andil 0,05%), ikan serai (andil 0,04%), dan kentang (andil 0,03%).

 

"Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, pada April 2020 Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami inflasi pada kisaran 0,00% - 0,30% (mtm) atau 1,95% - 2,35% (yoy). Inflasi utamanya akan didorong oleh kenaikan harga komoditas makanan seiring meningkatnya permintaan memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriah. Selain itu, angkutan udara dan tarif listrik diperkirakan menjadi penahan inflasi seiring dengan kebijakan Pemerintah sebagai respon terhadap penyebaran wabah COVID-19," pungkas Bayu Martanto. (rie) 



Advertisement

Komentar Facebook