HOT TOPICS:
#Nasional





Masalah RUU HIP, SAH Waspadai Konflik Ideologi yang Menguras Energi Bangsa

Kamis, 18 Juni 2020 | 08:03:29 WIB


Anggota DPR/MPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mengingatkan kepada semua komponen bangsa, bahwa Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) berpotensi melahirkan konflik ideologi dan kontroversi yang berkepanjangan sesama anak bangsa.

 

"RUU HIP ini saya lihat berpotensi membuat kontroversi dan melahirkan konflik ideologi, serta memicu perdebatan panjang tak berakhir sehingga akan menguras energi bangsa, padahal kita lagi menghadapi Pandemi Corona, sehingga saya melihat  selain substansi RUU nya, momentum pembahasan juga kurang tepat," ungkapnya. 

 

Selain itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengatakan Pancasila sebagai satu ideologi dan dasar negara sudah final, tidak perlu lagi ditafsirkan ke dalam bentuk UU, sekarang bagaimana kita selaku bangsa mengamalkan Pancasila ini ke dalam kehidupan sehari - hari.

 

"Pancasila itu sudah final, nggak perlu kita tafsirkan lagi ke dalam satu UU, karena ini falsafah yang melandasi kehidupan berbangsa dan bernegara, tinggal bagaimana kita mengamalkan secara benar dan konsekuen," imbuhnya. 

 

Hal ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu ketika melihat RUU HIP mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Sehingga, menurutnya jika pembahasannya dipaksakan, maka berpotensi menimbulkan kontroversi yang kontra produktif.

 

"Saya khawatir RUU HIP bisa membuka kembali perdebatan dan polemik ideologis dalam sejarah perumusan Pancasila yang sudah berakhir secara bijaksana oleh para pendiri bangsa," ungkapnya (17/6) kemarin. 

 

Sehingga menurutnya agar semua pihak di tubuh bangsa, tetap tenang dan memupuk kebersamaan dalam semangat persatuan. Terlebih, di tengah kasus Virus Corona yang belum tuntas, dibutuhkan kerja sama lintas sektor.

 

Apalagi menurut SAH tujuan Undang-Undang untuk menciptakan tertib sosial, kedamaian, kesejahteraan, perlindungan dan kepastian bagi setiap warga negara. Sehingga, tak pantas jika suatu RUU malah memberi efek sebaliknya.

 

"Kontroversi RUU HIP akan menguras energi bangsa dan bisa memecah belah persatuan, lebih-lebih di tengah negara dan bangsa Indonesia menghadapi Pandemi COVID-19 yang sangat berat dengan segala dampaknya," harapnya. 

 

Ke depan, Bangsa Indonesia perlu belajar dari dua pengalaman sejarah kekuasaan di masa lalu ketika perumusan Perundang-Undangan atau kebijakan penerapan ideologi Pancasila disalahgunakan. Bahkan, ideologi Pancasila dijadikan instrumen kekuasaan yang bersifat monolitik oleh penguasa.

 

"DPR, pemerintah, dan bangsa Indonesia hendaknya tidak mengulangi kesalahan sejarah tersebut, karena bertentangan dengan Pancasila dan merugikan  seluruh hajat hidup bangsa Indonesia," tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook