HOT TOPICS:
#Nasional





Lagi-Lagi Puluhan Masyarakat Pematang Pauh Demo di Kantor Kecamatan Jangkat Timur

Kamis, 25 Juni 2020 | 07:53:21 WIB


BERITAJAMBI.CO, MERANGIN - Rabu (24/6), Masyarakat Desa Pematang Pauh lagi-lagi geruduk Kantor Kecamatan Jangkat Timur.

 

Puluhan masyarakat, Yang tanpa di komandoi ini menuntut Kepala Desa dan Sekretaris Desa nya untuk diberhentikan atau mundur dari jabatan nya, karna di nilai tak mampu menjalankan amanah rayat dengan baik.

 

Demo ini juga diketahui terjadi yang kedua kali nya. Sedangkan demo pertama tuntutan masyarakat yaitu, terkait pembagian BLT yang tak transparan dan dinilai hanya keluarga Kepala Desa saja yang mendapat kan dana tersebut.

 

Sedangkan demo yang terjadi kali ini merupakan tuntutan agar Kepala Desa dan Sekretaris Desa Pematang Pauh di berhentikan dari jabatan nya.

 

"Demo kali ini, Kami menuntut agar Kepala Desa dan adik ipar nya (SEKDES), Diberhentikan," Tutur Candra salah satu Korlap.

 

Tuntutan kami ada dasar nya, Karena Kepala Desa tidak amanah dalam melaksanakan kewajiban nya sebagai Kepala Desa.

 

"Banyak hal kami meminta Kepala Desa Pematang Pauh untuk diberhentikan: 

 

1.Kuat dugaan ada korupsi dana pembangunan kantor desa dengan dana diduga sebesar 22 juta yang sebelumnya berstatus gedung sekolah dan yang mengelolanya diduga hanya perangkat desa

 

2.Jalan usaha tani (JUT) Sungai bujuk tahun 2018 juga tidak dibangun sampai saat ini oleh Kepala Desa Pematang Pauh dalam laporan hanya fiktif.

 

3.Jalan objek wisata sebanyak 1 paket ke puncak dipindahkan oleh Kepala Desa tidak sesuai perencanaan awal, dan pemindahan tersebut tanpa musyawarah desa melainkan kehendak sepihak dan sampai saat ini tidak ada manfaatnya

 

4.dugaan penyelewengan dana PKK Desa Pematang Pauh yang bersumber dari ADD tahun 2019 dilakukan tanpa musyawarah diberikan ke alat pengantin atas kehendak sendiri dan sampai saat ini alat pengantinnya banyak yang tidak mengetahui

 

5.dana Pamsimas yang diduga tambahan dari APBD Provinsi Jambi tahun 2018-2019 sebesar 40 juta pertahun tersebut diduga tidak sesuai dengan jumlah dana yang ada dalam hal ini kuat adanya dugaan korupsi

 

6.pembangunan gedung kemasyarakatan dusun pernah tempat Jaya diduga dana sekitar puluhan juta itu namun yang diberikan hanya atap seng 1 kodi cat dan dikerjakan dengan mengajak masyarakat gotong royong.

 

7.Perhubungan komunikasi informasi diduga dengan anggaran dana sebesar 40 juta tidak ada kejelasan dengan masyarakat dan tidak ada bukti anggaran tersebut dibangun atau dibuat ke mana.

 

8.dugaan pengadaan mesin kopi untuk desa anggaran yang bersumber dari dana desa dibelanjakan untuk mesin padi tanpa dilakukan musyawarah desa

 

9.Sekdes yang juga adik ipar Kades itu merangkap jabatan sebagai operator desa, 

 

10.Banyak kebijakan kades yang dinilai telah meresahkan masyarakat.

 

11.kepala desa dan perangkatnya tidak pernah masuk kantor bahkan pelayanan pun tidak pernah dilakukan di kantor dan kantor nya hanya formalitas,"Tutup Candra. (rbu)



Advertisement

Komentar Facebook