HOT TOPICS:
#Nasional





Viral, Ijazah Ketua DPRD Palsu, Herman Efendi Lakukan Konferensi Pers

Selasa, 15 September 2020 | 10:20:35 WIB


BERITAJAMBI.CO, MERANGIN - Dugaan status Ijazah sarjana palsu dan jual beli ijazah ketua DPRD Kabupaten Merangin Herman Efendi kian hangat diperbincangkan masyarakat Merangin saat ini, dimana status sarjana S1 dan S2 ketua DPRD Merangin ini didapat saat aktif menjadi TNI yang berdinas di Kodim 0420 Sarko.

 

Sementara diketahui Ijazah  yang tercatat sarjana tamatan tahun 2013 lalu didapat saat berkuliah disalah satu perguruan tinggi S1 Alwashliyah di Sumatra Utara dan S2 di Jakarta.

 

Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan public diduga terjadi pembelian Ijaza pada salah satu perguruan tinggi tempat dirinya menimba ilmu pada perguruan tinggi tersebut.

 

Sementara itu isu lain yang berkembang, ketua DPRD Herman Efendi ini sempat dikeluarkan dari kampus sekitar tahun 2009 lalu, namun setelah 2013 dinyatakan lulus, tentu hal tersebut menimbulkan pertanyaan atas ke absahan Ijazah sarjana ketua DPRD ini.

 

Menanggapi isu yang berkembang tersebut, Ketua DPRD Merangin Herman Efendi lansung menggelar jumpa pers yang digelar dirumah dinas ketua DPRD Merangin kemarin (10/09), kata dia, dirinya siap dilaporkan ke Penegak hukum terkait Ijazah yang dimilikinya jika memang terbukti ada pemalsuan ijazah dan sangkaan jual beli ijazah tersebut.

 

"Silahkan cek dan tanyakan. Alhamdulillah sejauh ini status sarjana saya sah dan saya memang menjalani perkuliahan sebagaimana mestinya dan saya katakan sah dan tidak ada permasalahan. jika memang ada pemalsuan saya siap dilaporkankan dan disangsi sesuai prosedur hukum. zaman politik saya memaklumi isu itu,"ungkap ketua DPRD Merangin ini.

 

Sementara terkait lambatnya status Ijazah S1 nya terdaftar di Forlapdikti setelah dugaan isu pemalsuan ijazah mencuat di publik? Herman Efendi mengaku tidak mengetahui hal demikian karena dirinya saat itu menjalankan tugas seperti mahasiswa sebagaimana biasanya.

 

"Itu urusan kampus. Yang jelas saya sebagai mahasiswa seperti biasanya menjalani tugas perkuliahan, bayar semester dan bikin skripsi, sekali lagi saya tidak tahu itu. Begitupun status S2 saya surat keterangan lulus saya saat ini masih ada dan tertuang tanggal berapa, kalau tidak terdaftar di Dikti itu bukan hak kewenangan saya itu kewenangan kampus,"tambah ketua DPRD sembari menjelaskan.

 

Sedangkan terkait mekanisme perkuliahan jelas Fendi, sewaktu menjalani perkuliahan dirinya saat itu sekitar tahun 2009 mendapatkan izin dari kodim berdinas keluar daerah, sehingga waktu tersebut dimanfaatkan untuk mengejar cita - citanya sebagai sarjana.

 

"Kalau ada yang lain silahkan tanya ke saya. Insaallah kalau ada yang salah saya siap 1 x 24 Jam. Sekali lagi tidak ada pemalsuan ijazah seperti sangkaan public. Kalau memang ada saya siap menanggung segala resiko,"pungkasnya.(rbu)


Advertisement

Komentar Facebook