HOT TOPICS:
#Nasional





Curhatan Pasien Covid-19 yang Tengah Mengisolasi di Rumah Bersama Orangtuanya

Minggu, 18 Oktober 2020 | 16:14:33 WIB


Foto Ilustrasi, sumber Kompas.com
Foto Ilustrasi, sumber Kompas.com

Tepatnya 12 Oktober 2020, Nurkholis (29) dan kedua orangnya tuanya diantar dengan mobil ambulance ke kediamannya di Jalan Ahmad Yani (Jalan Bahagia), Lorong Kendari, Kelurahan Sriwijaya.

Mereka dikawal satu perawat berpakaian APD lengkap dan seorang supir. Sampai di dekat rumah, para tetangga tampak biasa saja. Malah, sejumlah warga memberikan dukungan positif terhadap Nurkholis dan kedua orang tuanya.

Hari ini, Nurkholis dan kedua orang tuanya sudah enam hari isolasi di rumah. “Ya gak boleh keluar dulu bang, masih isolasi. Terakhir swab tanggal 7 Oktober 2020. Kalau ibu sudah dua kali swab, hasilnya negatif,” ujar pria berdarah Jawa ini kepada beritajambi.co Minggu sore.

Meski di rumah, sarjana lulusan salah satu universitas di Kota Jambi ini menuturkan, jika dia dan orangnya tuanya masih dalam pengawasan pihak Puskesmas II. Diapun tak berani keluar rumah, meski tidak ada gejala yang dirasakan.

“Paling depan pintu rumah, gak berani keluar rumah, karena masih disuruh isolasi,” ujarnya.

Nurkholis menceritakan, jelang dia keluar dari rumah sakit, dia mendapat ramuan daun Sungkai, yang dikirim dari temannya di Kota Jambi. Sampai sekarang, menjalani isolasi mandiri, Nurkholis dan dua orang tuanya rutin meminum ramuan tersebut.

“Minumnya pagi dan sore bang. Alhamdulillah, gejala gak ada, bapak dan ibu sehat-sehat kok,” tandasnya.

Terpisah, Jubir Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanjabbar, Ir Taharuddin, salah satu pasien yang terkonfirmasi, mengaku kondisinya membaik. 

Taharuddin, sejak melakukan uji swab, sudah melakukan isolasi mandiri di rumah. “Alhamdulillah fisik normal dan sehat,” ungkapnya.

Meski menunggu hasil swab kedua, dia dan keluarga tetap melakukan protokol kesehatan di rumah. 

Dia mengimbau kepada masyarakat, agar tetap meningkatkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam ruangan maupun di area publik.

Mengenai perawatan medis selama di rumah, Taharuddin mengaku selalu konsultasi via telepon. Mengingat tidak ada keluhan, tenaga medis tidak setiap hari datang ke rumahnya.

“ karena saya tidak ada keluhan maka tidak ada yang diperiksa, tapi kalau komunikasi sering dilakukan via hp,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dirangkum beritajambi.co, per 17 Oktober 2020, jumlah pasien terkonfirmasi di Tanjabbar sebanyak 116 orang. Dinyatakan sembuh sebanyak 30 orang, selesai isolasi 53 orang, meninggal dunia dua orang, dan 31 orang dalam penanganan.(*/bersambung)



Advertisement

Komentar Facebook