HOT TOPICS:
#Nasional





SAH: Sosialisasikan Pangan Aman dan Bebas Bahan Berbahaya

Jumat, 20 November 2020 | 10:33:28 WIB


Totalitas perjuangan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) bagi masyarakat Jambi kembali dibuktikan, seperti (19/10) kemarin, Anggota Fraksi Partai Gerindra ini bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) obat dan makanan di Bulian Room, Grand Hotel Jambi.

 

Menurut Kandidat Doktor Ekonomi Universitas Jambi ini, sosialisasi berkaitan dengan masih ditemukannya makanan kadaluarsa yang masih marak beredar di Jambi. 

 

"Kita tidak ingin ada kasus masyarakat mengalami keracunan makanan baik di pesta dan lainnya, sehingga saya bersama BPOM Provinsi Jambi mensosialisasikan masalah makanan yang aman dan sehat" ungkap SAH dihadapan peserta sosialisasi yakni Ketua RT dan tokoh masyarakat dari Kelurahan Kenali Asam Bawah.

 

Dalam kesempatan itu, legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini meminta instansi yang berkompoten untuk terus mengawasi peredaran bahan–bahan makanan yang sudah kadaluwarsa tetapi masih beredar di pasaran.

 

Lebih lanjut SAH menegaskan sebagai Anggota DPR RI akan terus membantu masyarakat melakukan pengawasan terhadap makanan.

 

Lebih lanjut SAH menyebutkan lima kunci keamanan pangan yakni pilih menjaga kebersihan, pisahkan makanan mentah dan masak. Selain itu jagalah pangan pada suhu aman, gunakan air dan bahan baku yang aman, dan masaklah dengan benar.

 

Selanjutnya SAH mengatakan pengawasan makanan adalah dengan sistem TANYA (Tanggal kadaluarsa, ijin edar, label dan cara penyimpanan).

 

“Pengawasan selain dilakukan pemerintah, juga oleh masyarakat yang mau mengkonsumsi bahan –bahan makanan yang bakal disajikan. Sebelum membeli harus perhatikan tanggal kadaluarsa, ijin edar, label, komposisi dan petunjuk penyimpanan yang aman." Jelasnua

 

“Ini kan mudah saja. Masyarakat juga bisa mengecek tanggal kadaluwarsa bahan–bahan makanan dimaksud. Jika sudah jatuh tempo, jangan beli. Namun laporkan kepada pemerintah setempat," pungkasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook