HOT TOPICS:
#Nasional





Gakkumdu Merangin Setop Usut Dugaan Al Haris Langgar Aturan Pilgub Jambi

Senin, 28 Desember 2020 | 18:31:40 WIB


Foto: Cagub dan Cawagub Jambi, Al Haris-Abdullah Sani. (Istimewa)
Foto: Cagub dan Cawagub Jambi, Al Haris-Abdullah Sani. (Istimewa)

Jambi - Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Merangin, Jambi, menghentikan pengusutan laporan dugaan pelanggaran oleh Al Haris dan sejumlah PNS di Pemkab Merangin. Laporan dugaan pelanggaran Pilkada Jambi itu disetop karena tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Laporan yang melibatkan Paslon 03 atas pelanggaran Pilkada ini kami hentikan. Kasus yang dilaporkan ke kita ini saat kita lakukan pemanggilan dan kemudian kita lakukan pemeriksaan hasilnya tidak ada pelanggaran yang kita temukan. Maka dari itu kita dari Gakkumdu baik dari Bawaslu, Polisi dan Jaksa sepakat menghentikan kasus dugaan pelanggaran pilkada ini," kata Anggota Bawaslu Merangin, Abdul Rahim, saat dimintai konfirmasi, Senin (28/12/2020).

 

Laporan tersebut terkait netralitas ASN di Pilgub Jambi. Gakkumdu mengatakan tidak ada bukti yang mengarah ke pelanggaran soal netralitas ASN.

 

"Buktinya ini tidak kuat, jadi tidak bisa kita lanjutkan dan kami sudah pastikan laporan ini dari Sentra Gakkumdu dihentikan," ujar Abdul.

 

Sentra Gakkumdu Merangin menyebut pihak Al Haris bersikap kooperatif saat dimintai keterangan. Pihak paslon disebut selalu memenuhi panggilan Gakkumdu.

 

"Mereka semua kooperatif dan hasil dari pemeriksaan kasus kita hentikan," sebutnya.

 

Abdul menyebut pelapor adalah dari tim dari paslon Cek Endra-Ratu Munawaroh. "Yang melapor ini ada dua orang. Mereka mengaku dari tim pemenangan paslon 01," ucapnya.

 

Sebelumnya, Al Haris dan belasan ASN Pemkab Merangin Jambi dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran di Pilkada Jambi. Al Haris dilaporkan pada 22 Desember 2020 atas dugaan mengerahkan ASN untuk pemenangan Pilkada Jambi.

 

Pilgub Jambi sendiri telah usai. Al Haris-Abdullah Sani telah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada.  (Sumber Berita:Detik.com)



Advertisement

Komentar Facebook