HOT TOPICS:
#Nasional





SAH: Pemerintah Butuh Penambahan Tenaga Medis Tangani Lonjakan Pasien Covid-19

Selasa, 19 Januari 2021 | 06:19:26 WIB


Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM mengatakan, pemerintah perlu mempersiapkan tenaga medis untuk mengantisipasi kenaikan kasus positif Covid-19, khususnya untuk menunjang penanganan pasien isolasi mandiri di berbagai daerah saat ini.

 

"Kita di Komisi IX melihat perlu mempersiapkan penambahan tenaga medis dalam hal ini dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya dalam mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di tanah air," ungkapnya. 

 

Menurut legislator yang merupakan Doktor Ilmu Ekonomi tersebut pemerintah harus siap - siap untuk menambah Dokter yang akan menangani lonjakan pasien Covid-19, sehingga kita perlu merekrut mereka untuk ditempatkan di beberapa rumah sakit," katanya dalam bincang-bincang virtual pada Senin (18/1) kemarin.

 

Menurutnya, tenaga medis yang sekarang tengah bekerja menangani pasien Covid-19 di berbagai wilayah tanah air tengah keletihan karena terus membludaknya pasien baru. Sehingga pemerintah perlu membuka penerimaan baru untuk dokter yang melakukan penanganan secara medis pada pasien yang terpapar Covid-19, imbuhnya.

 

Karena menurut Bapak Beasiswa Jambi ini meski vaksinasi telah diberlakukan namun pandemi ini diprediksi masih panjang.

 

"Pekerjaan kita masih panjang kelihatannya, masih belum ada tanda-tanda mau turun, malah naik terus. Kita mempersiapkan semuanya, salah satunya dengan menambah tenaga medis dalam hal ini dokter dan perawat," jelasnya.

 

Terkait dengan penambahan ini, SAH mengatakan pemerintah perlu melakukan rekrutmen baru untuk Dokter dan Perawat, selain mempersiapkan dokter magang (internship).

 

Dalam hal ini SAH mengatakan pemerintah perlu membuat aturan yang memungkinkan rekrutmen tenaga medis bisa dilakukan secara cepat tanpa terganggu dengan berbagai birokrasi yang memperlambat proses penambahan tenaga medis tersebut.

 

"Antisipasi ke depan kita harus merekrut tenaga medis baru baik dokter dan perawat dengan mempersingkat birokrasi yang berbelit-belit dalam merekrut seorang dokter atau perawat, namun dalam mempersiapkan tenaga intenship untuk membantu kekurangan tenaga medis yang ada, kita mau tetap safety dan aman, mereka didampingi, dan kami meminta ke IDI untuk tenaga dokter yang bertugas," tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook