HOT TOPICS:
#Nasional





Tema Kebijakan Bank Indonesia Tahun 2021: Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

Senin, 18 Januari 2021 | 14:23:14 WIB


JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jambi pada Senin, 18 Januari 2021 menyelenggarakan pertemuan awal tahun 2021 secara virtual dengan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FORWEB) Provinsi Jambi. Di samping sebagai salah satu sarana silaturahmi dengan wartawan FORWEB Provinsi Jambi di masa pandemi COVID-19, KPw BI Provinsi Jambi juga memberikan pemaparan mengenai Perkembangan Indikator Ekonomi dan Respon Kebijakan BI serta Perkembangan dan Prospek Perekonomian serta Inflasi Provinsi Jambi.

 

Bauran Kebijakan BI tahun 2021 memiliki tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Terdapat 1 (satu) kondisi prasyarat dan 5 (lima) respon kebijakan untuk mendukung kebijakan tersebut. Vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19 merupakan kondisi prasyarat. Sementara, 5 (lima) respon kebijakan meliputi: 1. Pembukaan sektor produktif dan aman; 2. Percepatan Stimulus Fiskal (realisasi anggaran); 3. Stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial; 4. Program restrukturisasi dan mendorong kredit dan dunia usaha; 5. Digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM. BI terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi, dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan memelihara stabilitas nilai Rupiah, serta mendukung stabilitas sistem keuangan. Selain itu, BI akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), perbankan, dan dunia usaha untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

 

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution mengatakan, di wilayah Jambi, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 memiliki momentum untuk tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi global pasca pandemi COVID-19 turut mendorong perekonomian nasional dan Provinsi Jambi di tahun 2021. Membaiknya permintaan di tingkat domestik maupun internasional mendorong peningkatan harga komoditas utama Jambi, yakni sektor pertanian (kelapa sawit) dan sektor pertambangan (migas dan batubara), sehingga diharapkan dapat menopang pertumbuhan di tahun 2021. Selain itu, kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif, khususnya dalam mendukung proyek infrastruktur Proyek Strategis Nasional (Jalan Tol Trans Sumatera) dan Program APBN terutama berupa Dana Desa/kelurahan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta belanja K/L di daerah diperkirakan dapat mendorong konsumsi dan memberikan multipler effect terhadap perekonomian. KPw BI Provinsi Jambi terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi Jambi, antara lain dengan:

- Mendorong efektivitas Tim Pemulihan Ekonomi Provinsi Jambi dengan terus bersinergi dengan instansi vertikal daerah dan pemerintah daerah. 

- Pengembangan UMKM ketahanan pangan, produk unggulan daerah dan potensi ekspor.

- Mendorong digitalisasi sistem pembayaran di daerah melalui implementasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) bagi merchant di daerah dan elektronifikasi pembayaran dan penerimaan daerah.

 

"Di samping itu, inflasi Provinsi Jambi tahun 2021 diperkirakan berada di dalam rentang sasaran inflasi nasional didorong oleh stabilnya inflasi kelompok bahan makanan serta terjaganya daya beli paska pandemi COVID-19. Harga komoditas bahan makanan diperkirakan cukup terjaga seiring tercukupinya kebutuhan pangan masyarakat dan kondusifnya kondisi cuaca sehingga turut mendukung produksi hasil pertanian. Namun demikian, terdapat risiko yang patut dicermati terkait dengan potensi kenaikan harga tarif tranportasi, normalisasi Tarif Dasar Listrik (TDL), harga pupuk, perubahan pola cuaca, kebijakan perdagangan dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Dalam rangka menjaga inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan, KPw BI Provinsi Jambi akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satgas Pangan untuk menjaga kecukupan pasokan dan mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak," beber Suti. (*/Rie)



Advertisement

Komentar Facebook