HOT TOPICS:
#Nasional





Mengawal Kualitas Data BPS di Era Pandemi

Minggu, 28 Februari 2021 | 09:17:32 WIB


Ditulis oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE, MM (Direktur LKPR GROUP RISET AND CONSULTING)

Salah satu kunci untuk memenangkan kompetisi antar negara adalah dengan memiliki data dan informasi yang strategis, akurat dan berkualitas. Dalam hal ini komitmen BPS amat diperlukan untuk mendukung ketersediaan data yang dibutuhkan pemerintah dan masyarakat. Dengan berdasar kepada data yang berkualitas (evidence-based policy making).

Tugas BPS adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan. Berkaitan dengan tugas tersebut maka data yang dihasilkan BPS, baik yang terpublikasi maupun yang tidak terpublikasi, harus berkualitas dalam arti lengkap, akurat, tepat waktu, benar, dan relevan. 

Kualitas publikasi data BPS sendiri hari ini sudah semangkin baik. Buktinya semakin banyak lembaga domestik (di luar lembaga pemerintah) dan lembaga internasional yang menggunakan publikasi data BPS. 

Dalam setiap publikasi data, BPS menjelaskan konsep, metodologi serta proses yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut. Demikian hal yang sama dilakukan untuk publikasi yang berupa laporan dan hasil kajian/studi bidang ekonomi.

Dahulu hampir setiap kementerian atau lembaga mempublikasikan data menurut versinya masing-masing. Namun kini Badan Pusat Statistik (BPS) telah di amanahkan sebagai “pemasok tunggal” data bagi pemerintah. Dengan demikian, satu data Indonesia dapat terwujud dengan kualitas data yang dapat dipercaya. Walhasil BPS diharapkan dapat meningkatkan kualitas data yang dipublikasikan.

Bicara kualitas data tentu saja berhubungan dengan konsistensi dan ketepatan waktu. Kelengkapan data mengandung pengertian informasi sebagai output dari proses pengolahan data mewakili setiap keadaan sebenarnya. Keakuratan bermakna sejauh mana data tersebut benar dan dapat diandalkan.

Namun perlu juga diingat data yang disajikan BPS tidak diolah untuk menyenangkan semua pihak atau salah satu pihak. Data yang disajikan BPS bertujuan untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya, yang bisa menjadi peringatan untuk segera melakukan perbaikan agar tujuan pembangunan dapat tercapai.

Untuk meningkatkan kualitas data perlu melibatkan teknologi, dalam proses pencarian maupun pengolahan perlu di dukung inovasi. Hari ini keterlibatan teknologi dalam kinerja BPS sangat diperlukan karena adanya sejumlah sumber data dan informasi baru yang bermunculan.

Salah satu tuntutannya agar BPS bisa mengolah dan memproduksi data secepat mungkin. Karena pelaku usaha dalam dunia ekonomi bisnis saat ini berlomba-lomba untuk mengumpulkan data agar tidak kalah saing.

Mau tak mau pola untuk pengumpulan data akan berubah. Metodologi juga perlu disesuaikan dengan kondisi perubahan yang ada. Agar kinerja agar lebih cepat, BPS untuk melakukan sinkronisasi dengan dua hal lain, yakni naratif dan visual.

Mendukung ini perlu banyak pembaruan teknik kegiatan riset yang telah bergerak dari riset konvensional ke arah riset berbasis digital. Perubahan ini terjadi karena ada perkembangan masyarakat digital dan perubahan konsep sosiologi digital yang terjadi, serta kondisi pandemi sekarang ini.

Sehingga BPS perlu menerapkan metode berbasis digital dalam pengumpulan data. Atau melakukan kombinasi riset digital atau dalam jaringan (online) dan riset offline untuk mengatasi keterbatasan data online.

Pemanfaatan dan penguasaan teknis metode digital harus terus didalami oleh BPS untuk memudahkan kegiatan riset di tengah pandemi Covid-19, yang memerlukan rancang ulang sensus dan survei untuk pengumpulan data. 

Sebelum pandemi, kegiatan sensus dan survei bisa dilakukan dengan interaksi langsung dengan masyarakat. Namun, dalam kondisi pandemi saat ini, perlu adaptasi dan perubahan dalam melakukan sensus dan survei karena adanya keterbatasan pertemuan tatap muka. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan Big Data.

Sumber Big Data, antara lain berupa data ponsel, transaksi keuangan, pencarian dalam jaringan (online), citra satelit, sensor di kota, transportasi dan rumah, sensor di alam, pertanian dan air, data biometrik, Internet of Things (IoT), data media sosial, catatan kesehatan dan konten radio.

Big Data sebagai sumber data dan inovasi dalam menghasilkan statistik resmi. Namun, dalam pemanfaatan Big Data, ada tantangan yang dihadapi, antara lain akses ke data karena sebagian besar data milik swasta, risiko privasi, kerahasiaan data dan keamanan siber, serta pemilihan metode dan platform untuk pemroses data cukup rumit. 

Saat ini publikasi BPS tidak hanya terbatas data saja namun juga mencakup laporan dan kajian/studi. Publikasi data BPS dikategorikan menjadi dalam bidang Sosial dan Kependudukan, Ekonomi dan Perdagangan, serta Pertanian dan Pertambangan. 

Di samping itu, BPS juga mempublikasikan laporan seperti misalnya Laporan Perekonomian Indonesia dan Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Selanjutnya BPS juga menerbitkan hasil kajian atau studi, misalnya Analisis Daya Saing Industri Pengolahan, Potensi Peningkatan Kinerja Usaha Mikro Kecil, dan sebagainya. Hasil kajian yang terkait dengan dampak Pandemi Covid-19 juga dipublikasikan oleh BPS.

Ke depan BPS diharapkan bisa memperbanyak kerjasama dengan Pemda dan Perguruan tinggi untuk melakukan publikasi bersama. Dukungan Pemda untuk BPS wajib dilakukan karena Pemda memperoleh manfaat yang besar dari publikasi BPS untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan sosial dan ekonomi.

Kesimpulannya, penyediaan data statistik bukanlah sebuah proses sederhana. Proses penyediaan data statistik melewati tahapan-tahapan penting agar output yang dihasilkan akurat dan reliable sehingga dapat digunakan secara tepat oleh pengguna data.

Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB merekomendasikan bahwa kerja statistik yang memproduksi data harus mengacu pada sepuluh Prinsip Official Statistics. BPS sebagai lembaga penyedia data statistik menerapkan penjaminan kualitas secara kuat pada bisnis proses yang dilaksanakan berdasarkan UN National Quality Assurance Framework (N-QAF) Recommendation.

Untuk itu perlu adanya penjaminan kualitas (quality assurance) sebagai proses penting untuk menjamin bahwa setiap tahap dalam kerja statistik dilakukan secara benar. Kepercayaan pengguna data terhadap data yang dihasilkan menjadi poin penting yang harus diupayakan dalam penyediaan data. Kita percaya BPS sangat menyadari hal ini, dan kita juga yakin BPS mampu mengawalnya. Salam. !



Advertisement

Komentar Facebook