HOT TOPICS:
#Nasional





Mengabdi Bagi Masyarakat, SAH Lakukan Sosialisasi Tentang Obat dan Makanan

Selasa, 02 Maret 2021 | 10:11:20 WIB


Tiada hari tanpa program untuk membantu masyarakat. Totalitas pengabdian terus dilakukan Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau kerap disapa SAH.

 

Anggota DPR RI yang dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Produsen dan Penjual Jamu serta tokoh masyarakat bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

 

Dalam kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan di Grand Hotel (1/3) Jambi ini, SAH mengatakan Pengawasan Obat dan Makanan berbasis risiko yang difokuskan pada strategi preventif dengan mengedepankan tindakan pencegahan melalui pelaksanaan komunikasi risiko strategis. 

 

"Pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)  merupakan salah satu kegiatan penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya obat dan makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi," ungkapnya. 

 

Dihadapan peserta sosialisasi Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR ini mengatakan program pengawasan obat dan makanan merupakan fokus dalam agenda pembangunan RPJMN 2020 – 2024 khususnya terkait agenda meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, sebagai pelaksanaan amanat salah satu Misi Presiden 2019 – 2024 yaitu Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia. 

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui visinya yaitu Obat dan Makanan aman, bermutu dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, melakukan serangkaian kegiatan yang berkesinambungan sebagai upaya untuk mendukung misi tersebut.

 

Karena menurut Doktor lulusan Universitas Jambi ini, tantangan globalisasi yang mempengaruhi sistem perdagangan di Indonesia, mendorong perlunya peningkatan perlindungan masyarakat sebagai konsumen Obat dan Makanan yang meliputi produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan.

 

" Risiko atau ancaman peredaran produk yang Tidak Memenuhi Syarat akan mutu dan keamanan produk. Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentu bukan hal yang mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga perlu dilakukan sosialisasi untuk memberdayakan masyarakat," imbuhnya. 

 

Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan strategi kegiatan yang terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat secara bertahap.

 

”Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memberikan daya (empowerment) atau penguatan (streghtening) kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan merupakan kegiatan terpadu dan holistik sehingga sangat dibutuhkan kerjasama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat."

 

”Harapan kami, baik dari DPR dan BPOM dengan diselenggarakannya KIE ini kita dapat menjadikan masyarakat kita khususnya di Jambi menjadi konsumen yang cerdas," tandasnya. 



Advertisement

Komentar Facebook