HOT TOPICS:
#Nasional





Persentase Orang Miskin Tembus 10,19% Setahun Corona

Selasa, 02 Maret 2021 | 12:19:38 WIB


Foto ilustrasi, Foto: Pradita Utama
Foto ilustrasi, Foto: Pradita Utama

Jakarta - Pandemi COVID-19 berhasil menambah jumlah orang miskin di Indonesia. Virus Corona ini juga sudah setahun hadir di Indonesia dan pemerintah telah mengeluarkan ratusan triliun untuk menangani hal tersebut, salah satunya untuk program perlindungan sosial seperti bantuan sosial (bansos).

Program bansos dianggap pemerintah berhasil menahan pelemahan daya beli khususnya di kelompok 40% terbawah. Dengan upaya tersebut, angka kemiskinan di Indonesia tercatat sebanyak 27,55 juta orang atau setara 10,19%.

 

Berdasarkan data BPS yang dikutip, Selasa (2/3/2021) jumlah penduduk miskin Indonesia yang sebesar 27,55 juta orang ini tercatat per September 2020. Angka ini naik 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 yang sebanyak 26,42 juta orang dan naik 2,76 juta orang dari September 2019 yang sebanyak 24,42 juta orang.

 

Sedangkan disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan, tingkat kemiskinan di desa masih lebih tinggi dibandingkan kota. Hanya saja selama September 2019 sampai September 2020 peningkatan angka kemiskinan di perkotaan lebih besar dibandingkan dengan perdesaan.

 

Jika dilihat dari sisi jumlah, maka paling banyak tersebar di Pulau Jawa dengan jumlah 14,75 juta orang. Sedangkan dari sisi persentase paling tinggi di Pulau Maluku dan Papua yaitu sebesar 20,65%.

 

Jika dilihat lebih rinci lagi, angka kemiskinan nasional mencapai 27,55 juta orang atau 10,19% ini yang berasal dari Pulau Sumatera berjumlah 6,06 juta orang atau 10,22%. Dari Pulau Jawa berjumlah 14,75 juta orang atau 9,71%. Dari Pulau Bali dan Nusa Tenggara berjumlah 2,11 juta orang atau setara 13,92%. Dari Pulau Kalimantan berjumlah 1,01 juta atau setara 7,51%.

 

Sedangkan dari Pulau Sulawesi berjumlah 2,06 juta atau setara 10,41%. Lalu, dari Pulau Maluku dan Papua berjumlah 1,53 juta orang atau setara 20,65%. Angka kemiskinan ini tercatat per September 2020.

 

"Persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan," tulis data BPS.

 

Sementara dilihat berdasarkan provinsi per September 2020, BPS mencatat Provinsi Bali menjadi wilayah dengan persentase orang miskin yang paling rendah, yaitu 4,45%. Kedua diduduki oleh DKI Jakarta dengan persentase sebesar 4,69%. Kalimantan Selatan sebesar 4,83%. Kepulauan Bangka Belitung sebesar 4,89%. Kalimantan Tengah sebesar 5,26%.

 

Selanjutnya Kepulauan Riau sebesar 6,13%. Sumatera Barat sebesar 6,56%. Banten sebesar 6,63%. Kalimantan Timur sebesar 6,64%. Maluku Utara sebesar 6,97%. Riau sebesar 7,04%. Kalimantan barat sebesar 7,24%. Kalimantan Utara sebesar 7,41%. Sulawesi Utara sebesar 7,78%. Jambi sebesar 7,97%. Jawa Barat sebesar 8,43%.

Sulawesi Selatan sebesar 8,99%. Sumatera Utara sebesar 9,14%. Jawa Timur sebesar 11,46%. Sulawesi Barat sebesar 11,50%. Sulawesi Tenggara sebesar 11,69%. Jawa Tengah sebesar 11,84%. Lampung sebesar 11,84%. Yogyakarta sebesar 12,80%. Sumatera Selatan sebesar 12,98%. Sulawesi Tengah sebesar 13,06%. Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 14,23%. Bengkulu sebesar 15,30%. Aceh sebesar 15,43%. Gorontalo sebesar 15,59%. Maluku sebesar 17,99%.

 

Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 21,21%. Papua Barat sebesar 21,70%. Dan terakhir atau yang paling tertinggi diduduki oleh Papua dengan persentase sebesar 26,80%.

 

"Persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 20,65%," tulis laporan BPS. (Sumber Berita: Detik.com)



Advertisement

Komentar Facebook