HOT TOPICS:
#Nasional





Sekolah Tatap Muka Dimulai, SAH Ingin Peran Kesehatan Ditingkatkan

Selasa, 09 Maret 2021 | 07:47:02 WIB


Perhatian dan kepedulian Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM terhadap dunia pendidikan seolah tak lekang oleh waktu dan keadaan. Seperti (7/3) kemarin pria yang akrab disapa SAH tersebut mengingatkan pentingnya peran kesehatan untuk ditingkatkan khususnya dalam menyongsong Pertemuan Tatap Muka di sekolah dan kampus dalam Provinsi Jambi.

 

"Pemerintah memutuskan bahwa Pemda dapat membuka sekolah tatap muka di masa Pandemi COVID-19 di semester genap per Maret 2021. Untuk itu saya minta bidang kesehatan akan meningkatkan perannya dalam mencegah penularan COVID-19," ungkapnya ketika diwawancarai saat acara aksi pencegahan Stunting di SMA 7 Kota Jambi (7/3) kemarin. 

 

Pada kesempatan itu, SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini menjelaskan Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota bisa melakukan pembukaan sekolah tatap muka secara serentak atau bertahap. Keputusan ini merupakan langkah yang disepakati bersama antara Satgas COVID-19, Kemendikbud, Kemenko PMK, Kemenag, Kemendagri, dan Pemerintah Daerah.

 

Namun Doktor Ilmu Ekonomi ini menegaskan bahwa keputusan ini memperbolehkan Pemda membuka sekolah tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Artinya pembelajaran tatap muka diperbolehkan bukan diwajibkan.

 

“Sekolah juga tidak perlu full diisi siswa. Kapasitas maksimal 50 persen, jadi waktunya dibedakan, selain itu standar dan protokol kesehatan harus diperhatikan," imbuhnya. 

 

Menurutnya keputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), dan orang tua melalui komite sekolah.

 

Orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

 

Terkait hal ini, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini meminta  Kementerian Kesehatan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan ini. Dengan jalan mengambil berbagai langkah kebijakan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat terlebih terhadap kelompok rentan termasuk anak usia sekolah.

 

Salah satu kebijakan adalah pembelajaran dari rumah yang bertujuan untuk memastikan tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat COVID-19, ini penting dan akan saya perjuangkan, tekadnya.

 

Selain itu, SAH meminta jajaran kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan peran Puskesmas melakukan pengawasan dan pembinaan pada satuan pendidikan dalam penerapan protokol kesehatan.

 

“Kami menghimbau untuk kita bersama-sama berupaya terus meningkatkan pendidikan, kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia maju. Penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak aman serta sering mencuci tangan pakai sabun merupakan adaptasi kebiasaan baru yang harus diterapkan dengan disiplin tinggi agar kita dapat tetap sehat dan selamat dalam melewati pandemi COVID-19 ini," tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook