HOT TOPICS:
#Nasional





Fase Tunggu Dampak Infrastruktur Pada Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 13 Maret 2021 | 07:08:18 WIB


Ditulis oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE, MM (Dosen STIE Jambi)

 

Dampak pembangunan infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi itu adalah hal pasti. Namun, kapan dampak itu terasa, tidak ada jawaban yang pasti.

Kepastian dampak ini tergantung jenis infrastruktur dan daya dukung yang dibangun, apakah jalan, listrik, bandara, pelabuhan, bendungan atau jenis lainnya.

Sehingga pertanyaannya seberapa lama program pembangunan infrastruktur membawa dampak pada pembangunan ekonomi ? ada yang berpendapat bahwa dampak dari pembangunan infrastruktur baru akan terasa dalam 2-3 tahun ke depan, namun faktanya bisa lebih, butuh waktu satu atau dua dasawarsa.

Pemberdayaan sumber daya untuk membangun infrastruktur akan memicu proses ekonomi sehingga menimbulkan penggandaan dampak ekonomi maupun sosial, yang menjadi prasyarat bagi sektor-sektor lain untuk berkembang serta sebagai sarana penciptaan hubungan antara satu dan yang lainnya.

Tolok ukur keberhasilan pembangunan infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Sementara itu pertumbuhan ekonomi harus didorong dengan peningkatan investasi pendukung di sekitar infrastruktur yang dibangun.

Pembangunan ekonomi tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi. Jadi seperti hubungan timbal balik, pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi begitu pula sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Yang dimaksudkan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan masyarakat. Dapat disimpulkan adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Permasalahannya dengan begitu masifnya pembangunan infrastruktur yang terjadi, sudahkah pertumbuhan itu terjadi ?

Kita lihat dari kasus jalan tol Trans Jawa, yang dinilai belum berdampak jangka pendek proyek bagi ekonomi masyarakat sekitar. Penyebabnya antara lain pembangunan jalan tol yang tidak disertai dengan pembangunan jalan penyuplai (feeder) yang layak. Selain itu, mahalnya tarif membuat sebagian pengendara memilih jalur non tol. 

Walhasil, karena mahalnya tarif yang dikenakan, ruas Tol trans Jawa hanya ramai pada masa liburan Lebaran, Natal, dan lain-lain. Sementara hari biasa cenderung sepi karena truk-truk lebih memilih melewati jalur Pantura.

Infrastruktur jalan tol memang merupakan aset jangka panjang. Fokusnya tidak mencari keuntungan jangka pendek, tapi lebih pada investasi pembangunan masa depan yang berdaya saing. Tahun 1990-an sebelum adanya tol Cikampek dan Merak terbangun, industri hanya bertumpuk di sekitar Jabodetabek. Namun setelah keduanya terbangun sekitar 10 - 20 tahun kemudian dampaknya baru dirasakan. Tumbuh industri - industri di sekitar yang terkoneksi dengan tol.

Secara keseluruhan, stok infrastruktur, tenaga kerja dan total investasi memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur di negeri ini memiliki kontribusi positif yang signifikan terhadap pertumbuhan daripada investasi swasta dan publik.

Kesimpulannya terdapat kausalitas searah dari pengembangan infrastruktur untuk pertumbuhan output. Dari perspektif kebijakan, harus ada penekanan yang lebih besar pada pengembangan infrastruktur mempertahankan pertumbuhan ekonomi tinggi.

Belajar dari pengalaman Tiongkok dan India, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat pembangunan infrastruktur berdampak positif pada pembangunan ekonomi. Itu pun sangat tergantung pada kemampuan pemerintah dalam mendatangkan investasi baik lokal maupun asing. Apalagi infrastruktur yang dibangun pemerintah dalam jumlah yang massive, tentunya perlu koordinasi antar instansi dalam memperbaiki kemudahan berusaha. Tanpa koordinasi yang baik, mustahil pembangunan infrastruktur akan mendatangkan Outcome seperti yang diharapkan. Salam. !



Advertisement

Komentar Facebook