HOT TOPICS:
#Nasional





Polda Jambi Tangkap Pelaku Penyedia Buku Tabungan Investasi Bodong Share Results

Jumat, 19 Maret 2021 | 13:11:51 WIB


Foto Saat konferensi pers di Polda Jambi
Foto Saat konferensi pers di Polda Jambi

Jambi - Tim Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil menangkap penyedia buku tabungan investasi bodong Share Results. Tersangka berinisial R ditangkap di kediamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

 

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan Tersangka R menjadi perantara awal pembuka rekening Bank yang bertujuan sebagai penampung modal atau aliran dana oleh para peserta di Indonesia. 

 

"Kita tangkap di Jember dan sekarang menjadi tahanan Polda Jambi," ujarnya, Jumat (19/3/2021). 

 

Dijelaskan Sigit, investasi bodong Share Results ini merupakan jaringan internasional, dimana pelaku aktor utama money game skema Ponzi ini berada di Malaysia.

 

"Pelaku R tidak memiliki hubungan langsung dengan pelaku yang ada di Malaysia. Namun, pelaku R pernah bekerja di Malaysia dan mengetahui pelaku," katanya.

 

Sigit menjelaskan keuntungan tersangka R membuka rekening cukup besar. Ia diberikan Rp 8 juta dari pelaku di Malaysia dengan rincian Rp 1 juta untuk atas nama orang yang membuka rekening, sedangkan Rp 500 ribu untuk deposit pembukaan awal. "Sisa 6,5 juta rupiah menjadi keuntungan tersangka," jelasnya. 

 

Hingga saat ini korban investasi Bodong Share Results terdata sebanyak 385 peserta. Sebagian besar sebanyak 346 peserta berada di Provinsi jambi dan selebihnya berada diluar provinsi Jambi. Untuk jumlah kerugian dari seluruh peserta sebanyak Rp2,1 Miliar. 

 

Kepala OJK Provinsi Jambi Endang Nuryadin, juga meminta agar masyarakat berhati-hati jika mendapat tawaran investasi yang menjanjikan untung besar dengan waktu singkat. 

 

Dirinya juga menyarankan, apabila hendak berinvestasi harus mengunakan prinsip 2 L. L pertama, cek legalitas, dengan cara hubungi OJK call center 157. Karena kata dia, lembaga yang aman adalah yang telah mendapat izin OJK. Kemudian L yang kedua, layak atau logis tidak bagi hasil yang ditawarkan. 

 

Dirinya mencontohkan, ada penawaran bagi hasil 10 sampai 20 persen per bulan. “Ini tidak logis. Sementara bagi hasil bank 6 persen setahun,” kata Endang. 

 

Dia juga mengingatkan masyarakat, agar menyikapi uangnya dengan bijak. “Hindari sifat instan, serakah, ingin cepat kaya mendapatkan pendapatan di luar nalar akal sehat. Inilah sifat manusia yang merupakan kelemahan kita, sehingga dimanfaatkan perusahaan berkedok investasi bodong,” tutup dia. (rie/tri)



Advertisement

Komentar Facebook