HOT TOPICS:
#Nasional





Jelang Puasa, Camat Beserta Kapolsek Kuala Jambi Pantau Harga Sembako dan Razia Petasan

Kamis, 08 April 2021 | 14:09:21 WIB


BERITAJAMBI.CO,TANJABTIM - Dalam menjaga stabilnya harga bahan pokok dan ketentraman tetap terjaga menjelang  bulan suci ramadhan, Camat  beserta Kapolsek Kuala Jambi yang didampingi Kanit Intel dan kasi  Trantib serta satpol PP Damkar melakukan operasi pemantauan harga bahan pokok dan penertiban petasan di pasar kalangan yang ada di Kecamatan Kuala Jambi, kamis (8/4/2021).

 

Dalam kesibukannya, Camat Kuala Jambi, Taufik Kurniawan, S. STP mengatakan, setelah memantau situasi harga sembako di pasar kalangan di mulai pedagang sayur, beras hingga daging, tidak ada kenaikan harga sembako yang signifikan. 

 

Semua harga bahan sembako relatif normal. Jika memang harga naik itu hanya sekitar Rp 500,- sampai Rp. 1000 ,-rupiah saja, jadi wajar karena menjelang bulan ramadhan," ucapnya. 

 

Selanjutnya Taufik berharap, semoga harga sembako di pasar kalangan terus bisa stabil menjelang bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. 

 

"Saya berharap harga bahan pokok bisa terus stabil khusunya di Kecamatan Kuala Jambi," harapnya. 

 

Kapolsek Kuala Jambi, Iptu Iryanto menambahkan, sasaran razia kali ini adalah pedagang petasan yang berada di pasar kalangan. 

Ada beberapa lapak penjual petasan yang dilakukan pemeriksaan. Namun dari beberapa lapak penjual petasan tersebut tidak satupun di temukan jenis petasan yang begitu membahayakan. 

 

“Setelah kami razia tidak ditemukan petasan yang berbahaya, namun jenis berecon tidak ada ijin edar tetap kami sita,” terang Kapolsek.

 

Kapolsek juga menghimbau agar  semua penjual petasan jangan sampai mengedarkan atau menjual jenis petasan yang membahayakan. 

 

“Kami menghimbau kepada pedagang petasan yang masih menjajakan barang dagangan berupa petasan agar tidak berjualan petasan yang larang edar karena mempunyai banyak dampak negatif bagi warga masyarakat serta bahaya khususnya anak-anak," tegasnya. 

 

"Ini kami lakukan sebagai edukasi, agar pedagang tidak mengalami kerugian, bahkan bisa melanggar hukum," tutupnya. 

(HAR/BJ)



Advertisement

Komentar Facebook