HOT TOPICS:
#Nasional





Pesantren Sebagai Lokomotif Perubahan

Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:03:25 WIB


Oleh Gusli bambang irawan.S.Sos

Pondok pesantren sebagai Lembaga Pendidikan telah banyak melahirkan kader-kader ulama dan perkembangan keilmuan islam, fase awal embrio lahirnya pondok pesantren sendiri dimulai sejak zaman walisongo sekitar abad 15 sampai 16, awal kehadiran pondok pesantren ini bersifat tradisional di tengah-tengah masyarakat yaitu untuk mempelajari ilmu-ilmu agama islam sebagai pedoman hidup kita sebagai manusia, dengan menekankan betapa pentingnya moral dalam masyarakat.

Kiprah pondok pesantren sendiri dalam berbagai hal sangat dirasakan oleh masyarakat salah satunya ialah pembentukan kader-kader ulama dan kajian keilmuan islam itu sendiri, setelah kemerdekaan negara Indonesia, terutama pada sejak transisi ke masa orde baru dan Ketika masa pertumbuhan ekonomi betul-betul naik sangat tajam, Pendidikan pondok pesantren sediri juga semakin menjadi terstruktur dan juga kurikulum pondok pesantren pun menjadi lebih tetap. Misalnya saja, sekarang ini kurikulum pondok pesantren tidak hanya kurikulum agama, tetapi pondok pesantren juga telah menawarkan kurikulum yang berbasis umum atau pelajaran umum.

Pondok pesantren sendiri sesungguhnya ialah Lembaga Pendidikan tertua di Indonesia, yang secara nyata telah banyak melahirkan kader-kader ulama, selain itu juga para pemimpin bangsa juga ilmuan dan tenaga pendidik di Indonesia lahir dari Lembaga Pendidikan pondok pesantren. Istilah pesantren sendiri ialah berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata santri tersebut ialah murid sedangkan istilah pondok berasal dari kata funduuq yang artinya penginapan, khusus di aceh dikenal sebagai nama dayah. Lembaga pesantren sendiri itu dipimpin oleh seorag kyai untuk mengatur kehidupan di dalam pondok pesantrean, kyai juga menunjuk santri senior untuk membimbing adik-adik kelasnya dilingkungan pondok pesantren biasanya dikenal dengan nama lurah pondok.

Semakin bertumbuh dan berkembangnya pondok pesantren, kini pesantren selain mempelajari kitab-kitab klasik atau turats sebagai upaya untuk meneruskan tujuan utama pesantren yaitu untuk mendidik calon kader-kader ulama yang setia terhadap paham islam tradisional, karena itulah ktab-kitab turats merupakan bagian integral dari nilai dan juga paham pesantren yang tidak dapat di pisah-pisahkan, selain itu juga pondok pesantren mempelajari pelajaran umum seperti pelajaran IPA dan IPS juga Multimedia sebagai pendukung di era digital seperti saat ini, karna semakin berkembangya teknologi digital Lembaga Pendidikan mau tidak mau harus bertranformasi untuk selalu mengikuti perkembangan saat ini di era serba digital, bahkan kurikulum Pendidikan pun semakin dikembangkan, oleh karena itu pondok pesantren harus menjadi lokomotif perubahan sebagai Lembaga Pendidikan tertua di Indonesia.

Imam Al Ghazali menganalogikan Pendidikan itu ibaratkan seorang petani yang harus telaten mengiangi duri, rumput, dari tanamannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Kini di era digital Lembaga Pendidikan pondok pesantren harus menjadi mesin penggerak atau lokomotif perubahan Pendidikan di Indonesia, karana Lembaga Pendidikan pondok pesantren sendiri ialah Lembaga Pendidikan yang dari dulu hingga saat ini tetap konsisten dalam mengembangkan Pendidikan berbasis asrama atau menetap juga santri dituntut untuk terus berkembang, baik keilmuan islam maupun umum juga di bekali multimedia sebagai pendukung di era digital saat ini.

Tantangan bonus demografi bangsa Indonesia dan juga peluang anak-anak muda untuk tampil menjadi pemimpin di masa mendatang, Lembaga Pendidikan pondok pesantren harus tampil didepan sebagai mesin penggerak Pendidikan Indonesia, karna di masa modern seperti sekarang ini banyak anak-anak muda yang salah pergaulan, hingga terjaring seks bebas, minum-minuman keras, bonus demografi di pandang sebagai arah baru negara Indonesia, anak-anak muda harus tampil sebagai lokomotif perubahan bangsa di era digitalisasi saat ini.

Pesantren di era digitalisasi saat ini hendaknya menjadi Lembaga Pendidikan islam klasik yang menjadi lokomotif bangsa Indonesia untuk membawa arah Pendidikan negara yang lebih baik dan unggul, karena pesantren dinilai sebagai Lembaga Pendidikan yang sangat terstruktur dalam hal keilmuan islam terutamanya, selain mempelajari keilmuan islam juga mempelajari pelajaran umum, nilai-nilai moral yang tertanam di dalam jiwa santri menjadikan citra pesantren yang sangat baik bagi cerminan bangsa indonesia, sehingga pesantren mampu menjadi lokomotif perubahan sebagai Lembaga yang baik.

(Penulis adalah Mahasiswa Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Advertisement

Komentar Facebook