Aceh Tamiang — Selama kurang lebih sepuluh hari, Relawan GARDA JAMBI (Gerakan Relawan Muda Jambi) turun langsung ke wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Berkolaborasi dengan relawan lintas lembaga dan lintas negara, Babinsa, DKM masjid, serta masyarakat setempat, tim menjalankan aksi kemanusiaan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, mulai dari pendataan korban hingga pemulihan fasilitas vital warga.
Koordinator Relawan GARDA JAMBI, Coach Noe, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan lapangan dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat terdampak. Dalam pelaksanaannya, sedikitnya terdapat tujuh aksi utama yang berhasil dijalankan, yaitu:
Koordinasi posko dan assessment lapangan untuk pendataan korban serta pemetaan kebutuhan prioritas.
Distribusi paket sembako melalui kolaborasi dengan Posko Utama.
Dukungan logistik dan bahan pangan untuk dapur umum di Posko Masjid Fatimiyah, wilayah perbatasan Besitang–Aceh Tamiang.
Aksi bersih-bersih dan pemulihan Mushollah Mutiara Kampung Durian, meliputi bantuan mesin doorsmeer, perlengkapan kebersihan, karpet masjid, sajadah imam, mukena, Al-Qur’an dan Iqra, instalasi listrik, perbaikan plafon, pengecatan, hingga kembali aktifnya kegiatan pengajian.
Distribusi ratusan paket makanan siap santap bagi para pengungsi.
Pembukaan akses dan pembangunan jalan darurat menuju Masjid Miftahul Jannah Kampung Durian menggunakan material kayu, papan, paku, dan peralatan kerja, sekaligus pemulihan kebersihan masjid hingga kembali terselenggaranya shalat Jumat.
Penyaluran bantuan logistik dan bahan pokok kepada Posko Utama dan warga terdampak dengan total nilai sekitar Rp50 juta.
Coach Noe, yang dikenal sebagai penulis, pelatih kebugaran Islami, serta relawan berpengalaman dalam berbagai misi kebencanaan nasional, menegaskan bahwa fokus utama aksi GARDA JAMBI adalah mengembalikan fungsi kehidupan masyarakat, bukan sekadar memberikan bantuan simbolik.
“Masjid, dapur umum, dan akses jalan adalah pusat kehidupan warga. Ketika itu kembali hidup, harapan masyarakat ikut tumbuh,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa aksi kemanusiaan GARDA JAMBI belum berakhir. Proses pemulihan Aceh, menurutnya, masih panjang dan membutuhkan doa serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Kami hanyalah perantara amanah masyarakat Jambi. Aceh masih membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama. Jangan berhenti di sini, mari terus bahu-membahu memberikan kontribusi nyata untuk memulihkan Aceh dan Sumatera,” tutup Coach Noe. (*)