JAMBI – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dalam satu tahun kepemimpinannya berhasil membawa Indonesia kembali pada kondisi swasembada beras, setelah bertahun-tahun dibayangi ketergantungan impor.
Sutan Adil Hendra menilai capaian tersebut tercermin dari meningkatnya produksi nasional dan menurunnya ketergantungan impor beras secara signifikan. Berdasarkan data pemerintah, produksi beras nasional tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo mencapai lebih dari 35 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 30–31 juta ton per tahun, sehingga terdapat surplus yang cukup untuk menjaga cadangan nasional.
“Ini bukan klaim politik, tapi fakta kebijakan. Produksi kita melampaui kebutuhan nasional, stok cadangan pemerintah aman, dan impor beras dapat ditekan hingga titik minimal,” ujar Sutan Adil Hendra, Rabu (8/1).
Ia menambahkan, keberhasilan swasembada juga ditopang oleh penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Hingga akhir tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, stok beras Bulog tercatat berada di atas 2 juta ton, angka yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi gejolak pangan global.
Selain itu, pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi di atas Rp6.000 per kilogram, sebuah kebijakan yang secara langsung meningkatkan pendapatan petani dan mendorong semangat tanam.
Alokasi pupuk bersubsidi juga diperluas hingga lebih dari 9 juta ton, disertai perbaikan tata kelola distribusi agar lebih tepat sasaran.
“Petani sekarang merasakan negara hadir. Harga gabah membaik, pupuk tersedia, dan hasil panen terserap. Inilah fondasi utama swasembada beras,” tegasnya.
Untuk Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra menyebut kontribusi sektor pertanian tanaman pangan juga menunjukkan tren positif. Luas tanam padi meningkat, produktivitas rata-rata berada di kisaran 5 ton per hektare, dan peran daerah sebagai penyangga pangan regional semakin diperhitungkan.
Ia menegaskan, capaian swasembada beras dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia mampu berdaulat di sektor pangan jika dipimpin dengan visi yang jelas dan keberpihakan nyata kepada petani.
“Ke depan, kita optimistis swasembada ini dapat diperluas ke komoditas strategis lain. Ketahanan pangan adalah kunci kedaulatan bangsa, dan Presiden Prabowo telah meletakkan fondasinya,” pungkasnya. (*)