HOT TOPICS:
#Nasional





5 Pelaku Pembakar Lahan Di Kabupaten Tanjab Timur Berhasil Diamankan Polres Tanjab Timur

Sabtu, 14 September 2019 | 02:35:41 WIB


MUARASABAK, BERITAJAMBI.CO - Polres Tanjung Jabung Timur setelah melakukan penyelidikkan dan penyidikkan dengan sigap berhasil mengungkap dan mengamankan 5 orang pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Kelima orang tersangka pelaku pembakaran lahan yang diamankan pada waktu dan tempat kejadian yang berbeda tersebut, antara lain berinisial Pelaku S, E, HR, S, dan ES.

 

Dari olah TKP yang dilakukan, selain mengamankan kelima tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan, Polres Tanjung Jabung Timur juga mengaman sejumlah barang bukti milik para pelaku diantaranya berupa 5 buah senjata tajam jenis parang, 3 potongan kayu bekas kebakaran, 1 buah korek warna hijau dan biru, 1 bibit pinang bekas terbakar, 1 buah cangkul, 1 buah bilah dodos dan 1 unit alat semprot.

 

Hal ini disampaikan Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP. Agus Desri Sandi, S. IK, MM saat Pers Release dihalaman depan Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur Jumat siang ( 13 September 2019 ) menerangkan, para pelaku yang berinisial S, dan E merupakan pelaku pembakaran lahan dengan TKP di Parit 5 Kanan RT 09 Dusun II Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu.

 

" Keduanya kita amankan pada tanggal 10 Agustus 2019 lalu ". Ungkap Kapolres Tanjung Jabung Timur.

 

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP. Agus Desri Sandi, S. IK, MM juga menjelaskan kronologis terjadinya pembakaran yang dilakukan kedua pelaku S dan E warga Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu tersebut.

 

" Awalnya berdasarkan informasi dari BKTM Labuhan Pering, Brigadir Sobri yang mana telah terjadi kebakaran lahan atau kebun di daerah Parit 5 Kanan RT 09 Dusun II pada hari Senin ( 29 Juli 2019 ) sekitar pukul 15.30 WIB. Kemudian keesokkan harinya pada hari Selasa ( 30 Juli 2019 ), Kapolsek Sadu, IPTU M. Rafisal beserta personil dan anggota Babinsa mendatangi TKP kebakaran lahan tersebut, dan tim dibantu masyarakat Air Hitam Laut untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api susah dipadamkan lalu menjalar ke lahan kebun milik orang lain ". Jelas AKBP. Agus Desri Sandi.

 

" Sementara pelaku yang berinisial HR, S, dan ES diamankan pada tanggal 25 Agustus 2019 sebagai pelaku pembakaran dengan TKP di RT 11, Talang Jando Dusun Pangkal Kemang, Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat ". Ujar AKBP. Agus Desri Sandi.

 

" Dan untuk kronologis kebakaran lahan di Rano Kecamatan Muara Sabak Barat, sekira bulan Mei 2019 salah seorang warga berinisial S dan beberapa teman lainnya melakukan pembersihan lahan dengan cara menebas dan menumbangkan kayu berikut semak belukar di RT 11 Talang Jando Dusun Pangkal Kemang untuk dibiarkan kering. Namun pada bulan Juli 2019, S kembali ke lokasi lahan bermaksud untuk mengumpulkan kayu dan bekas tebasan yang sudah kering menjadi beberapa tumpukan lalu dibakar. Kemudian pada hari Jumat ( 23 Agustus 2019 ) lalu sekitar pukul 14.00 WIB api meluas dan telah membakar lahan di TKP yang diduga berasal dari pembakaran kayu yang dilakukan oleh S dan kawan - kawannya ". Terang AKBP. Agus Desri Sandi.

 

" Saat ini Usai kelima tersangka pelaku pembakaran lahan telah kita amankan disel tahanan Mapolres Tanjung Jabung Timur beserta sejumlah barang buktinya. Pasal yang kita jerat pada kelima tersangka pelaku pembakaran lahan tersebut dikenakan Pasal 56 ayat ( 1 ) jo Pasal 108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp. 10 M ". Sebut AKBP. Agus Desri Sandi.

 

" Bagi seluruh masyarakat dan perusahaan yang memiliki lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, saya menghimbau agar bersama - sama kita menjaga lingkungan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena dengan membuka lahan dengan cara membakar, dapat membahayakan diri pribadi dan lingkungan menjadi tercemar karena asap. Selain itu juga, saya mengajak masyarakat maupun perusahaan untuk bekerjasama dan membantu menanggulangi Kebakaran hutan  dan lahan yang terjadi di wilayah kita ini, agar kabut asap yang menyelimuti kabupaten Tanjung jabung timur cepat menghilang, " ujar AKBP. Agus Desri Sandi. (rie) 



Advertisement

Komentar Facebook