HOT TOPICS:
#Nasional





Bupati Romi Sambut Hangat Kunjungan Kapolda Jambi, Kasdam II /Sriwijaya, dan Danrem 042/Gapu

Selasa, 17 September 2019 | 16:44:48 WIB


MUARASABAK, BERITAJAMBI.CO - Kapolda Jambi Irjend. Pol. Drs. Muchlis AS, MH bersama Kasdam II / Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, PSC,M. Tr ( Han ) dan Danrem 042 / Gapu Kol. Arh Elphis Rudi, M. Sc mengunjungi Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Dalam kunjungan 2 orang Perwira Tinggi ( Pati ) dan 1 orang Pamen TNI - Polri di Provinsi Jambi ke Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung dengan menggunakan 2 heli kopter tersebut, dimana kehadirannya disambut hangat langsung Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur H. Romi Hariyanto, SE bersama Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP. Agus Desri Sandi, S. IK, MM, dan Dandim 0419 / Tanjab Letkol Inf. M. Arry Yudistira, S. IP, M. I. Pol di kantor dinas Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur, bertujuan melakukan Rakor lintas sektoral tentang penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2019.

 

Rakor lintas sektoral tentang penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2019 ini juga dihadiri, PJU Polda Jambi, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur DR. M. Irfan Jaya, SH, MH yang diwakili Kasi Pidum M. Fandie Hasibuan, SH, MH, Ketua Pengadilan Tanjung Jabung Timur, Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur sementara Nugraha Setiawan, Sekda Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sapril, S. IP, OPD, seluruh Camat dan Kades serta Lurah se Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta seluruh perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

Dalam laporannya, Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur H. Romi Hariyanto, SE melaporkan bahwa tim gabungan TNI - Polri, Manggala Agni, Pemkab, dan relawan, saat ini masih berjibaku di sejumlah titik kebakaran.

 

Perjuangan para petugas itu, dijelaskan Bupati Romi, sungguh sangat luar biasa. Bahkan ada sejumlah tim yang terus berpindah dari satu titik ke titik kebakaran lain sampai tidak pulang kerumah sejak lebih satu bulan.

 

“ Karena itu, sangat pantas mereka para pahlawan kemanusiaan itu kita beri reward ". Ujar Bupati Romi disambut tepuk tangan meriah peserta rapat koordinasi yang dilangsungkan di aula kantor Bupati di Muara Sabak.

 

Bupati Romi juga memuji Kapolres AKBP. Agus Desri Sandi, S. IK, MM dan Dandim 0419/ Tanjab Letkol Inf. Muhammad Arry Yudhistira, S. IP, M. I. Pol.

 

" Mereka berdua sudah melakukan upaya luar biasa. Turun langsung mengomandoi tim. Bahkan sampai ke titik terjauh di Kecamatan Sadu. Koordinasi yang dilakukan mereka berdua pun sangat cepat dan terarah. Bahkan, untuk mencari sumber air, mereka perintahkan langsung menggali sumur - sumur baru. Ada total 18 sumur baru yang digali. Parit - parit yang mengering juga diperdalam untuk memenuhi kebutuhan air penyiraman ". Kata Bupati Romi.

 

Bupati Romi juga menjelaskan kendala pemadaman yang memang salah satunya adalah minimnya sumber air, disebabkan dengan musim kemarau. Selain itu, titik api yang jauh dari sumber air. Namun, tim dan relawan tak pernah surut semangat dan berputus asa.

 

" Kapolres dan Dandim lah yang terus membakar semangat mereka ". Jelas Bupati Romi.

 

Sementara, Kasdam II Sriwijaya, Brigjend TNI Syafrial, PSc. M.TR (Han), dalam arahannya menyebutkan upaya serius satgas Karhutla itu harus diiringi dengan upaya yang lebih kongkrit. Hotspot yang muncul, yang masih kecil harus segera diatasi agar tidak membesar. Pasalnya, saat sudah membesar bombing helikopter pun kadang tak lagi efektif. Karena itu, mengerahkan tim ke desa - desa yang terpetakan rawan karhutla menjadi penting.

 

" Lakukan pendekatan preventif agar mindset warga tentang cara membuka lahan tidak lagi dengan membakar. Sosialisasikan bahwa dampak yang ditimbulkan sangat serius dan berdampak hukum ". Ujar Kasdam II / Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, PSC,M. Tr ( Han ).

 

Kasdam II / Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, PSC,M. Tr ( Han ) juga bercerita bahwa dalam perjalanan ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama Kapolda Jambi Irjend. Pol. Drs. Muchlis AS, MH dari helikopter, ia terus memperhatikan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar justru bukan diareal perkebunan. Namun justru di lahan - lahan yang tampak kosong.

 

“ Itu artinya kuat dugaan sengaja dibakar, bukan terbakar ". Jelas Kasdam II / Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, PSC,M. Tr ( Han ).

 

Kasdam II / Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, PSC,M. Tr ( Han ) juga menyebutkan, ia masih bersyukur bahwa dari enam daerah yang masuk kategori terparah, Provinsi Jambi tidak termasuk kategori tersebut.

 

Selanjutnya Kapolda Jambi, Irjend Pol. Drs. H. Muchlis AS, MH yang juga memberikan arahan dalam forum yang juga diikuti para kepala desa itu, mengatakan bahwa hari ini telah diterjunkan tim tambahan sejumlah 40 personil. Tim ini khusus menangani masalah sanksi bagi pelaku pembakar hutan dan lahan. Tim ini dibagi di sejumlah kabupaten lokasi karhutla.

 

“ Mereka khusus memburu para pelaku untuk kita ambil tindakan tegas. Tetap koordinasinya dengan Polres - Polres setempat ". Ungkap Kapolda Jambi.

 

" Tim khusus ini sudah dibekali kemampuan khusus penyidikan masalah karhutla. Sedangkan untuk korporasi, memang perlu penanganan lebih serius. Untuk menangani dugaan pembakaran oleh perusahaan dibutuhkan sedikitnya enam ahli sebelum meningkatkan status hukumnya. Meski mengaku sangat intens menangani persoalan karhutla, saya menghimbau agar penanganannya tidak terlalu banyak diperdebatkan. Saya mengajak lebih mengeratkan kebersamaan sehingga ikhtiar menangani kabut asap yang terjadi lebih proporsional tapi efektif ". Ujar Kapolda Jambi.

 

" Hingga saat ini, sudah ada 19 tersangka pelaku karhutla. Masih ada dua kasus yang sebentar lagi juga naik ke penyidikan. Meski sejauh ini belum ada perusahaan yang disidik, namun mengingatkan bahwa tanggung jawab perusahaan juga besar sebagai bagian dari masyarakat Provinsi Jambi. Karana itu kita juga berharap agar perusahaan lebih meningkatkan partisipasinya mengatasi Karhutla ". Kata Kapolda Jambi.

 

" Dan saya juga mengingatkan bahwa meski api tidak berasal dari areal perusahaan, namun sampai ke areal perusahaan, akan ada sanksi yang jelas sesuai aturan. Sebagai contoh, belum lama ini terungkap sebuah modus baru Karhutla. Ada perusahaan yang menyuruh orang lain untuk membakar lahan. Kompensasinya, seandainya tertangkap dan dihukum, biaya hidup bagi kelurga si pelaku dijamin perusahaan itu sendiri. Ini terjadi di daerah lain. Mereka mencoba menekan biaya atau coast land clearing yang jelas jauh lebih efisien dengan cara membakar ". Ungkap Kapolda Jambi.

 

Usai melaksanakan rapat koordinasi, Bupati Romi langsung memberi arahan agar segera ditindaklanjuti dengan rapat terbatas antara Satgas dan sejumlah perusahaan. Bupati Romi meminta ada upaya kongkrit menindaklanjuti arahan Kasdam II / Sriwijaya dan Kapolda Jambi.

 

“ Kita minta dukungan perusahaan di sini agar upaya Satgas bisa lebih lancar dan kongkrit ". Tegas Bupati Romi. (0K1 )


Advertisement

Komentar Facebook