HOT TOPICS:
#Nasional





Inflasi Jambi Februari 2020 Terkendali

Selasa, 10 Maret 2020 | 11:05:03 WIB


Foto Ilustrasi, Sumber Beritasatu.com
Foto Ilustrasi, Sumber Beritasatu.com

JAMBI - Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Februari 2020 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,71% (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 3,58% (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 1,52% (ytd). Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok transportasi yaitu angkutan udara (andil 0,27%) dan komoditas kelompok pada makanan, minuman, dan tembakau, yaitu bawang putih (andil 0,16%), beras (andil 0,06%), pepaya (andil 0,03%), kentang (andil 0,03%), dan pisang (andil 0,02%).

 

Secara umum, meningkatnya harga komoditas angkutan udara seiring dengan normalisasi harga dari maskapai low cost carrier (LCC). Peningkatan harga komoditas makanan diakibatkan tingginya curah hujan sepanjang bulan Februari yang memicu terjadinya keterbatasan pasokan. Peningkatan harga bawang putih utamanya disebabkan oleh stok impor yang berkurang terutama yang berasal dari Tiongkok di awal tahun sebagai dampak corona virus. Sementara peningkatan harga rokok sesuai dengan kebijakan pemerintah yang meningkatkan cukai untuk komoditas tersebut sebesar 23% per 1 Januari 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto dalam realesenya yang diterima beritajambi.co, Selasa (10/3/2020).

Menurut Bayu Martanto, disisi lain, terdapat beberapa komoditas yang memberikan deflasi, yakni cabai merah (andil deflasi 0,09%), udang basah (andil 0,07%), air kemasan dan minyak goreng (andil deflasi 0,06%), bawang merah (andil deflasi 0,05%), serta bensin (andil 0,02%). Penurunan harga pada komoditas tersebut sebagai dampak dari mulai terjaganya pasokan untuk memenuhi permintaan paska Tahun Baru Imlek. Sementara untuk komoditas bensin, penurunan harga terjadi seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Adapun rincian inflasi pantauan di Jambi adalah sebagai berikut:

Kota Jambi:

Bulanan: 0,75% (mtm)

Tahun Berjalan : 1,57% (ytd)

Tahunan : 3,58% (yoy)

 

Inflasi yang terjadi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas angkutan udara (andil 0,31%), bawang putih (andil 0,17%), beras (0,07%), rokok kretek (andil 0,06%), dan rekreasi (andil 0,05%). Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai merah (andil 0,10%), udang basah (andil 0,08%), air kemasan dan minyak goreng (andil 0,07%), serta bawang merah (andil 0,06%).

 

Kabupaten Bungo:

Bulanan : 0,36% (mtm)

Tahun Berjalan : 1,10% (ytd)

Tahunan : 3,56% (yoy)

Inflasi yang terjadi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas cabai merah (andil 0,17%), bawang putih (andil 0,15%), bahan bakar rumah tangga (0,09%), ikan serai (andil 0,06%), dan emas perhiasan (andil 0,04%). Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain jengkol dan bawang merah (andil 0,09%), petai (andil 0,05%), cabai rawit, daun singkong dan angkutan udara (andil 0,02%).

 

"Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, pada Maret 2020 Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami inflasi pada kisaran 0,29% - 0,69% (mtm) atau 3,58% - 3,98% (yoy). Inflasi utamanya akan didorong oleh kenaikan harga komoditas  makanan seiring curah hujan yang diprakirakan masih tinggi di tengah meningkatnya permintaan. Selain itu, angkutan udara dan bensin juga diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan memasuki periode low season dan pengaruh penurunan harga minyak global," beber Bayu Martanto. (Rie)


Advertisement

Komentar Facebook