HOT TOPICS:
#Nasional





Soal Kayu Bangunan Rumah Bagi KAT, Diduga Dibeli Kontraktor Jauh dari Harga RAB

Kamis, 26 Maret 2020 | 13:48:35 WIB


BERITAJAMBI.CO.SAROLANGUN -Terkait Pembangunan rumah sederhana Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Suka Jadi, Kecamatan Bhatin VIII kabupaten Sarolangun, yang merupakan bantuan dari Dinsos Dukcapil Provinsi Jambi kembali disorot. Pasalnya, kayu yang digunakan untuk bangunan tersebut dibeli oleh kontraktor pelaksana jauh dari harga Rencana Anggaran Biaya (RAB).

 

Diperkirakan kayu yang di pakai untuk bangunan sebanyak 37 unit rumah KAT tersebut ada sebanyak ratusan kubik, namun kualitasnya diduga sangat rendah.

 

Hal tersebut berdasarkan informasi dan pantauan beritajambi.co dilapangan. Selain rendah kualitas bangunan tersebut yang pernah di beritakan berapa waktu lalu, kini hal serupa terjadi terhadap adanya pembelian kayu jauh dari harga yang di cantum di dalam RAB. 

 

Menurut salah seorang warga Suka Jadi yang juga selaku pemasok kayu menyebutkan bahwa, kayu-kayu yang dibeli oleh selaku kontraktor hanya 1.200.000 perkubik, sementara yang tertuang dalam RAB sebesar 1.700.000. Dan kayu yang digunakan itu kayu kelas rendah (kelas 4) yang tidak di gunakan untuk bangunan, tetapi bahan untuk mengecor bangunan.

 

 

Atas hal itu, Kontraktor pelaksana diduga mencari keuntungan yang besar tanpa memikirkan bangunan yang dikerjakan. 

 

Menurut sumber yang di temui selaku mitra kerja dari pihak rekanan ini nama tidak ingin di sebutkan. proyek rumah KAT ini menjadi ke untungan bagi pihak tertentu. "Sementara  suku komunitas adat terpencil KAT ini menjadi korban saja, saya pernah berbicang dengan KAT merehap menyebutkan kalau mereka di objek oknum tertentu untuk meraih ke untungan pribadi" ujar narasumber ini meniru 

ucapan suku KAT pada saat di bincangi oleh Wartawan beritajambi biro sarolngun.

 

Saat dimintai tanggapannya melalui via seluler, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi, Arief Munandar mengatakan hal itu sebaiknya tanyakan saja pada  PPK dan pihak rekanan yang melakukan pekerjaan itu.

 

Menurut data yang berhasil di himpun oleh wartawan beritajambi biro sarolangun dari berbagai pihak, bahwa diduga pekerjaan ini sudah di jual beli oleh pihak pemenang.

 

Dan pihak pelaksana juga tidak pernah berkordinasi dan melaporkan pekerjaan  yang sedang di kerjakan kepada Camat Buatin VIII. Sehingga Camat Bhatin  tidak tau sama sekali tentang perkejaan dan  sejauh mana regulasi soal pekerjaan

Rumah komunitas adat terpencil KAT yang ada di wilayahnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, PPK maupun pihak rekanan proyek ini belum berhasil di minta tanggapan seputar soal Bagunan yang dilaksanakan. 

 

Untuk diketahui, berdasarkan papan merk,  proyek yang berada di Desa Suka Jadi, Kecamatan Bhatin VIII Kabupaten Sarolangun ini dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. Prima Mandiri, dan Konsultan Pengawas CV. Rekan TB Perkasa,  dana bersumber dari  APBN dengan anggaran sebesar Rp 1.312.146.000. (Dah)


Advertisement

Komentar Facebook