HOT TOPICS:
#Nasional





Dana Desa dan Geliat Ekonomi Pedesaan

Rabu, 03 Maret 2021 | 08:38:09 WIB


Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE, MM

(Dosen STIE Jambi)

Pada umumnya kinerja perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari nilai Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atau pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut memiliki peran penting dalam penciptaan kesejahteraan, peningkatan taraf hidup dan tersedianya lapangan kerja.

Hari ini kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh pengembangan dan pembangunan berbagai desa, baik itu pengembangan sumber daya manusianya atau pembangunan infrastruktur secara berkala.

Mewujudkan ini pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menggulirkan dana desa serta melakukan pendampingan pemanfaatan dana desa.

Alokasi Dana Desa (ADD) dipandang sebagai stimulan atau dana perangsang untuk mendorong dan membiayai program pemerintah desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dana desa sejatinya memiliki tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa setempat, mengentaskan kemiskinan di desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, dan memperkuat partisipasi masyarakat desa dalam pelaksanaan pembangunan desa yang berkelanjutan sesuai harapan masyarakat.

Di masa pandemi saat ini pun dana desa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam menangani dampak ekonomi akibat Covid-19 di pedesaan. Saat ini dana desa bagian dari jaring pengaman sosial. Dana desa direalokasi sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa yang ditujukan untuk warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena pandemi Covid-19 dan juga masyarakat desa yang belum mendapat bantuan apa pun. 

Desa-desa di Indonesia sekarang berada di persimpangan jalan. Di satu sisi desa harus pintar menggunakan dana desa untuk membangun kesejahteraan warga desa, Di sisi lainnya harus berhadapan dengan pengadilan jika sampai terjadi penyalahgunaan dana desa. 

Masalah dana desa terletak di penyimpangannya. Selain itu, penggunaan yang tidak tepat akan menjadi problem serius. Dana desa harus digunakan untuk kepentingan desa, bukan untuk kepentingan sesaat saja. Itulah mengapa sekarang ini kepala desa dituntut harus sudah memiliki prioritas. Di satu sisi harus berpikir keras menyusun program kerja yang bisa menciptakan perubahan ekonomi yang signifikan bagi desanya. 

Pada aspek lain pemerintah terus berkomitmen menghadirkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Itulah sebabnya jumlah dana desa terus ditingkatkan setiap tahunnya.

Untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, distribusi dana desa harus diikuti dengan penguatan kelembagaan desa, serta keterbukaan pengelolaan anggarannya yang perlu dikembangkan untuk disempurnakan.

Selama ini, Dana Desa memang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi penunjang perekonomian, tapi hasilnya memang tak bisa dirasakan dengan cepat.

Oleh sebab itu, terjadi peralihan paradigma baru dalam penggunaan Dana Desa itu. Sejak tahun 2018 fokus anggaran tersebut sudah mulai dialihkan untuk mendongkrak perekonomian rakyat.

Dana Desa yang jumlahnya semakin meningkat tiap tahun, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa. 

Namun, ke depannya Dana Desa ini akan digeser jadi produk perekonomian desa. Lima tahun ke depan, Dana Desa lebih banyak digelontorkan untuk pengembangan ekonomi pedesaan dan peningkatan kualitas SDM di desa.

Pertumbuhan ekonomi dari desa ini bisa dikembangkan melalui berbagai cara. Pertama, konektivitas sampai ke lokasi usaha tani. Kedua, pembangunan klaster ekonomi pedesaan. Ketiga, pengembangan desa wisata. Keempat, digitalisasi desa dan e-commerce untuk perdagangan dari desa. Kelima, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peningkatan kualitas SDM.

Dengan begitu, Dana Desa akan benar-benar efektif mendongkrak perekonomian rakyat di desa. Paradigma baru penggunaan Dana Desa ini akan mengubah pergerakan roda perekonomian di desa. Selanjutnya, ia akan menunjang pergerakan perekonomian nasional. Menjadikan Indonesia kuat dan berdaya dimulai dari desanya. Semoga. !



Advertisement

Komentar Facebook