HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Perjuangkan Obat Bermutu dan Terjangkau untuk Peserta JKN di Indonesia

Selasa, 23 Maret 2021 | 06:43:41 WIB


Kepedulian Anggota Komisi IX DPR RI Dr  Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM dalam mewujudkan ketersediaan obat yang berkhasiat, bermutu, aman, dan terjangkau dalam sistem JKN di Fasilitas Kesehatan harus mengacu pada Formularium Nasional (FORNAS) pantas di apresiasi.

 

Hal ini terlihat ketika Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengikuti Rapat secara virtual Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan RI, Farmalkes, Kepala LKPP, FORNAS, GP. Farmasi, IPMG dan GAKESLAB Indonesia (22/3) kemarin.

 

Menurut Bapak Beasiswa Jambi ini, untuk mengoptimalkan Implementasi Fornas dalam penggunaan obat, agar mencapai tujuan penetapannya, salah satunya diperlukan upaya peningkatan kemampuan SDM di fasilitas pelayanan kesehatan, agar penggunaan obat sesuai Fornas tersebut dapat diterapkan secara optimal.

 

“Diperlukan daftar obat yang harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari INA CBG’s, untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai kaidah dan standar yang berlaku," jelasnya. 

 

Tidak hanya itu, SAH mengatakan perlu disusun suatu daftar obat yang digunakan sebagai acuan nasional penggunaan obat dalam pelayanan kesehatan SJSN untuk menjamin aksesibilitas, keterjangkauan dan penggunaan obat secara rasional.

 

Demi mewujudkan hal ini, SAH mengatakan alokasi obat yang terbatas sedangkan kebutuhan akan obat semakin meningkat, apalagi penggunaan obat tanpa pedoman dapat menyebabkan kendala dalam kendali mutu dan biaya di Faskes.

 

Oleh karena itu, SAH berharap dari rapat tersebut diperoleh pemahaman yang baik tentang implementasi Fornas di Fasyankes masing-masing. “Ini juga sebagai acuan dalam perencanaan dan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan," imbuhnya.

 

Selanjutnya, SAH menambahkan penggunaan obat yang mengacu pada Fornas tidak hanya untuk menjamin penggunaan obat secara rasional, namun juga dapat meningkatkan efisiensi biaya obat dan pada akhirnya akan berdampak pada efisiensi biaya pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

 

“Kebijakan penerapan E-Catalog Obat dalam Faornas sebagai upaya pemenuhan kebutuhan obat di Fasyankes, dalam upaya pemenuhan kebutuhan obat masyarakat yang bermutu dan terjangkau, saya pikir ini yang mesti kita perjuangkan," tandasnya.  (*)



Advertisement

Komentar Facebook