HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Perjuangkan Kemudahan Pemberian Insentif dan Santunan Kematian Covid-19 Bagi Tenaga Kesehatan

Kamis, 25 Maret 2021 | 07:32:37 WIB


Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM berharap pedoman pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bisa lebih memudahkan bagi tenaga kesehatan.

 

Insentif dan santunan itu sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes/KMK) nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Dimana menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra itu, apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian tidak tertulis jelas dalam pedoman tersebut, sehingga perlu direvisi.

 

"Memang tak ada yang menginginkan atau mengetahui kapan datangnya musibah atau kematian, namun keputusan Menteri Kesehatan yang mengatur pemberian insentif dan santunan kematian perlu dirubah, salah satunya untuk lebih memudahkan jangan terlalu sulit seperti sekarang, termasuk untuk memasukkan para apoteker dan petugas farmasi dalam cakupan keputusan tersebut," ungkap SAH saat diskusi informal dengan Tenaga Kependidikan Kesehatan (24/3) di Jambi kemarin. 

 

Karena menurut Bapak Beasiswa Jambi ini pedoman tersebut dibuat sebagai acuan bagi pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan pimpinan institusi kesehatan terkait dalam memberikan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID19.

 

Menurut legislator yang juga Doktor Ilmu Ekonomi ini ada tiga aspek penting sebagai kriteria yang harus diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan tersebut seperti :

a. Kriteria fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang berhak menerima insentif dan santunan kematian.

b. Kriteria tenaga kesehatan yang berhak menerima insentif dan santunan kematian.

c. Tata cara pembayaran insentif dan santunan kematian, mulai dari proses pengusulan, verifikasi hingga pencairan insentif dan santunan kematian.

 

Lalu terkait siapa yang berhak mendapatkan insentif dan santunan kematian, SAH menjelaskan semua tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di ruang isolasi COVID-19, ruang HCU/ICU/ICCU COVID-19, ruang IGD, ruang rawat inap, instalasi farmasi, dan ruang lain yang digunakan untuk pelayanan COVID-19.

 

Sedangkan untuk besaran santunan kematian,sebesar Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan paparan COVID-19 saat bertugas. 

 

Namun, SAH menambahkan tenaga kesehatan tersebut merupakan tenaga kesehatan yang tertular karena menangani pasien COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan COVID19.

 

Terakhir SAH berharap pedoman ini dapat mendukung upaya penanganan COVID-19 di Indonesia serta mampu meningkatkan motivasi bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik. 

 

"Implementasi pedoman ini memerlukan peran serta, kerjasama, dan komitmen dari semua pihak terkait mulai dari Pemerintah, Pemerintah Daerah di seluruh tingkatan administrasi, swasta, dan seluruh elemen masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan dalam penanganan COVID-19 ini dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-perundangan," tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook