HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Berharap Ramadhan Tahun Ini, Umat Islam Bisa Tarawih di Masjid

Jumat, 26 Maret 2021 | 07:05:47 WIB


Tokoh masyarakat yang juga Anggota DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menyampaikan harapannya dalam menghadapi Bulan Ramadhan tahun 1442 H mendatang, harapan itu diantaranya, umat Islam boleh melaksanakan sholat tarawih di masjid selama Bulan Ramadhan 1422 Hijriah.

 

"Tentu kita berharap Ramadhan tahun ini masjid di semua daerah dibuka tapi tetap dengan menjaga jarak, sehingga kita sholat tarawih di masjid," ungkap pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut. 

 

Menurut SAH, pelaksanaan ibadah di Bulan Ramadhan kali ini dilakukan umat Islam masih dalam situasi pandemi COVID-19. Hanya saja, jika sebelumnya, umat Islam dianjurkan beribadah di rumah saja. Namun, tahun ini, kita semua berharap pelaksanaannya bisa dilakukan di masjid, ungkap pria yang dijuluki Bapak Beasiswa Jambi tersebut.

 

"Meski masih Pandemi, kita berharap tarawih bisa dilakukan di masjid, tapi ketentuannya, harus menggunakan masker. Ini bedanya dengan situasi sebelumnya. Karena, mall juga sudah dibuka, masak masjid enggak dibuka," ungkapnya berseloroh.

 

Selanjutnya Anggota Komisi Kesehatan DPR ini mengingatkan kembali soal protokol kesehatan ekstra ketat, yang harus diterapkan. Di antaranya, menjaga jarak minimal 1 meter antar jamaah, memakai masker, membawa alas sholat masing-masing dan masjid wajib menyediakan fasilitas cuci tangan.

 

Untuk itu, SAH meminta para pengurus masjid untuk bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker pengurus masjid berhak melarang orang tersebut untuk mengikuti sholat berjamaah hingga akhirnya mau menggunakan masker.

 

"Harus pakai masker, kalau ada jamaah tak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan, atau meski di tempat wudhu harus ada sabun," jelasnya. 

 

Selain itu, di setiap pintu masuk bisa ditaruh pengurus masjid untuk mengawasi.

 

"Jadi di semua pintu-pintu ada pengurus jaga. Ukur suhu dengan Thermo Gun," imbuhnya. 

 

Apalagi menurutnya protokol kesehatan sebenarnya tak terlalu rumit untuk diterapkan dan dilaksanakan. "Protokol kesehatan sederhana. Tidak ada yang rumit-rumit amat, yang penting kita bisa ibadah di masjid," pungkasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook