HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Dukung Kebijakan Nadiem Makarim yang Izinkan Sekolah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 12 April 2021 | 06:46:58 WIB


Anggota Komisi IX DPR RI yang lama berkecimpung di Komisi Pendidikan DPR, Dr. Ir. H. A.R Sutan Adil Hendra, MM (SAH) dengan tegas memberikan dukungannya terhadap keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang meminta sekolah segera menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk mengejar ketertinggalan siswa selama masa pandemi Covid-19.

 

Sebagai legislator yang lama menjadi Pimpinan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, SAH mengaku memahami keputusan yang diambil Nadiem Makarim untuk memberlakukan sekolah tatap muka.

 

"Saya terus terang khawatir dengan efektivitas pembelajaran daring saat ini, karena menurut ahli pendidikan di seluruh dunia, anak - anak kita terancam mengalami degradasi atau penurunan kualitas pendidikan, termasuk dalam hal nilai kerjasama, interaksi sosial, skill komunikasi, rasa empati yang biasanya dipelajari dan diterapkan dalam pembelajaran disekolah," ungkap alumni komisi pendidikan tersebut. 

 

Hal ini, menurut SAH dikarenakan dengan pembelajaran daring terjadi kurangnya pengawasan yang membuat siswa kehilangan fokus, bahkan dengan adanya kemudahan akses, beberapa siswa cenderung menunda-nunda waktu belajar, sehingga perlu kesadaran yang kuat agar proses pembelajaran daring menjadi terarah untuk mencapai tujuan hakiki dari pendidikan.

 

Pernyataan ini disampaikan Doktor Ilmu Ekonomi tersebut saat menerima kunjungan silaturahmi beberapa dosen dan mahasiswa Politenik Kesehatan dan Sekolah Tinggi Kesehatan yang ada di Provinsi Jambi (10/4) kemarin.

 

Sehingga, Anggota Fraksi Partai Gerindra ini memandang dunia pendidikan Indonesia perlu segera melakukan PTM terbatas agar kita bisa mengejar ketertinggalan.

 

Apalagi sebenarnya guru dan tenaga pendidik sudah mendapat prioritas terhadap vaksinasi Covid-19. Karena itu SAH mengatakan tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menggelar PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

"Sebenarnya dengan vaksin yang berjalan dan memprioritaskan para guru dan tenaga pendidik sudah tidak ada alasan untuk tidak melakukan PTM terbatas karena gurunya sudah divaksinasi, hanya saja protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan disiplin," tegasnya. 

 

Pertemuan Tatap Muka (PTM) sendiri diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

 

Dimana isi dari SKB itu mengatur pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga ke depan Indonesia tidak mengalami generasi yang hilang akan nilai - nilai sosial seperti interaksi, komunikasi dan tata nilai untuk bertata krama sopan santun yang dipelajari di sekolah, tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook