HOT TOPICS:
#Nasional





Penuhi Kebutuhan Uang di Provinsi Jambi Periode Ramadhan dan idul Fitri, BI Siapkan Rp.2,26 Triliun

Kamis, 15 April 2021 | 19:14:15 WIB


JAMBI- Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan uang masyarakat periode Ramadhan dan Idul Fitri 1442H/2021M, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jambi telah menyiapkan persediaan uang Rupiah yang cukup baik dari sisi jumlah nominal maupun jenis pecahan dengan target optimalisasi distribusi kota Jambi dan wilayah lain di Provinsi Jambi.

 

Hal tersebut diakui oleh Kepala KPwBI Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution dalam acara Rapat Koordinasi dan Temu Media, di Kantor KPwBI, Kamis sore (15/4/2021).

 

Kata Suti, sebagaimana siklus tahunan Ramadhan dan Idul Fitri umumnya terjadi lonjakan kebutuhan uang tunai dan KPwBI Provinsi Jambi telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat dimaksud. 

 

"Adapun proyeksi kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri 1442H /2021M (12 April hingga 11 Mei 2021) di wilayah provinsi Jambi adalah sebesar Rp2,26 triliun atau meningkat 69% dari realisasi outflow periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2020 sebesar Rp1,33 triliun. Mengantisipasi kebutuhan tersebut, KPwBI Provinsi Jambi telah menyiapkan uang tunai dengan jumlah yang mencukupi, baik dari sisi nominal maupun denominasi," kata Suti.

 

Adapun strategi yang digunakan oleh KPwBI untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang  pada periode Ramadhan 2021 ialah membuka layanan penukaran khusus untuk uang peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI (UPK 75) pada setiap hari kerja Pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

 

"Penukaran UPK-75 bisa dilakukan secara individu maupun kolektif dengan terlebih dahulu mengisi form pada aplikasi SI-PINTAR. Masyarakat dapat melakukan penukaran maksimal 100 (seratus) lembar untuk 1 (satu) KTP/orang per hari," beber Suti.

 

Selain itu juga membuka layanan  penukaran uang oleh Bank umum, hal itu guna untuk lebih mengoptimalkan dan mempermudah penukaran uang kepada masyarakat. KPwBI Provinsi Jambi telah bekerjasama dengan 26 (dua puluh enam) kantor bank umum di Kota Jambi untuk melayani penukaran dimaksud tanpa dipungut biaya dengan waktu operasional setiap hari kerja mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB pada tanggal 12 April hingga 11 Mei 2021.

 

"KPwBI Provinsi Jambi melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil melalui Kas Titipan di 2 (dua) lokasi yakni PT. Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Muaro Bungo, Kabupaten Bungo, PT. Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat," terang Suti.

 

Adapun waktu operasional setiap hari kerja mulai pukul 09.30 hingg 13.00 WIB pada tanggal 12 April hingga 11 Mei 2021.

 

Dalam rangka memperkecil risiko penularan Covid-19 dan menghindari adanya kerumunan masyarakat Bank Indonesia belum membuka layanan kas keliling secara retail. Namun demikian, KPwBI Provinsi Jambi telah mengagendakan pelaksanaan kas keliling secara wholesales (dalam jumlah besar) kepada perbankan setempat dengan jadwal sebagai berikut :

 

Di tanggal 5 hingga 9 April 2021 di lokasi Sarolangun dan singkut, 19 hingga 23 April 2021 di Muara sabak dan Kampung Laut, kemudian 26 Hingga 30 April 2021 di Merangin, Bangko Sungai Manau dan di 3 hingga 7 Mei 2021 Tebo dan Rimbo Bujang. 

 

"Kepada masyarakat bagi yang melakukan penukaran uang Rupiah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (5M: Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi) di loket resmi yang telah ditetapkan tersebut agar terhindar dari peredaran uang palsu, pemotongan, atau pengenaan biaya dalam penukaran. Berhati-hati dalam melakukan transaksi tunai. Teliti uang Rupiah yang diterima dengan teknik 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang). Memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik dengan menumbuhkan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Berhati-hati dalam membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup besar guna menghindari perampokan, pencurian, dan lain sebagainya. Jika perlu meminta bantuan pihak aparat keamanan. Meningkatkan penggunaan pembayaran non-tunai untuk transaksi dalam jumlah besar atau retail dengan transfer melalui BI-RTGS/SKNBI, menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), Uang Elektronik (e-money), dan/atau aplikasi yang menyediakan Quick Response-code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi retail (kecil) agar menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar maupun menjaga higienitas dalam bertransaksi," pungkas Suti. (rie)



Advertisement

Komentar Facebook